Hasil Rapat Bareng Luhut, Wamendag dan Ketua OJK soal Insentif Dagang

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 10 Feb 2020 20:00 WIB
Pertemuan tersebut membahas  persiapan peringatan ke-60 Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika, yang akan diselenggarakan di Jakarta dan Bandung, pada 19-24 April mendatang.
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memanggil Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga serta Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso ke kantornya. Ketiganya membahas fasilitas insentif dagang atau Generalized System of Preferences (GSP) dari Amerika Serikat.

Usai rapat, Luhut mengatakan bahwa rapat ini menyelesaikan masalah-masalah yang menghambat fasilitas GSP pada kementerian dan lembaga di Indonesia. Dia menyebut masalah ada di OJK dan Kementerian Pertanian, namun sudah diselesaikan.

"Tadi mengenai GSP aja penyelesaian harus segera tadi sudah selesai tak ada masalah. Masalah di OJK kita selesaikan masalah di Kementan kita selesaikan," ungkap Luhut di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2020).

GSP adalah sebuah sistem tarif preferensial yang membolehkan satu negara secara resmi memberikan pengecualian terhadap aturan umum Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Singkatnya melalui GSP, satu negara bisa memberi keringanan tarif bea masuk kepada eksportir dari negara-negara tertentu, dalam hal ini AS terhadap Indonesia. Artinya, Indonesia bisa mendapatkan insentif dari perdagangan dengan AS.

Sementara itu Wamendag Jerry menyebut bahwa fasilitas GSP sudah tidak lagi bermasalah. Menurutnya semua masalah sudah selesai usai adanya koordinasi antara kementerian dan lembaga.

"GSP, aman lancar sukses. Mantap pokoknya. Ini kita yg penting koordinasi antar K/L aja. Intinya soal GSP beres," kata Jerry.



Simak Video "Luhut: Laju Penyebaran Covid-19 Menurun 7 Hari Terakhir"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)