Menkeu Tak Happy Defisit Turun

Menkeu Tak Happy Defisit Turun

- detikFinance
Rabu, 30 Nov 2005 13:36 WIB
Jakarta - Meskipun defisit tahun ini dipastikan hanya 0,5 persen dari PDB, namun Menteri Keuangan Jusuf Anwar justru tidak happy. Penurunan defisit tersebut dalam pandangan Menkeu justru berarti investasi pemerintah termasuk investasi ke daerah mengalami gangguan."Sehingga kurang dampak APBN terhadap perekononomian, tetapi apa boleh buat karena pola pengeluaran atau pencairan dana departemen terganggu, jadi itu faktor given yang harus kita cermati," ujar Jusuf di Gedung Depkeu, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (30/11/2005).Namun Jusuf menambahkan defisit tahun 2005 ini merupakan defisit yang paling rendah selama beberapa tahun. "Sampai hari ini anggaran kita masih surplus, karena penerimaan dan hibah masih lebih banyak daripada pengeluaran," ujarnya.Dana milik pemerintah yang disimpan dalam rekening pemerintah di Bank Indonesia juga masih dalam yang cukup besar."Tentunya defisit 2005 paling banyak 0,5 persen, tetapi akan diikuti tingginya defisit pada tahun mendatang karena adanya carry over proyek-proyek yang nilainya mencapai Rp 10 triliun," ujarnya.Sebelumnya, Menkeu memperkirakan defisit APBN 2005 hanya sebesar 0,5 persen karena banyaknya proyek dan anggaran yang dialihkan ke tahun 2006. Akibatnya, defisit APBN 2006 pun diperkirakan justru membengkak menjadi 1 persen dari rencana semula 0,7 persen. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads