Dilema Virus Corona, Pilih Harta atau Nyawa?

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 11 Feb 2020 11:48 WIB
Sejumlah negera telah mengevakuasi warganya dari China terkait mewabahnya virus corona. Mereka dievakuasi menggunakan pesawat terbang.
Ilustrasi Foto: Ap Photo
Jakarta -

Penyebaran virus Corona semakin parah. Jumlah korban meninggal terus bertambah, bahkan nyaris menembus angka 1.000.

Tak hanya korban jiwa, Corona juga menimbulkan korban ekonomi. Mulai dari pertumbuhan ekonomi China hingga harga-harga komoditas pun 'terjangkit' virus Corona.

Menurut riset CNBC Indonesia, jika penyebaran Corona ini berlangsung lama dan semakin parah, maka bisa menggerogoti fundamental perekonomian Indonesia.

Mengutip data satelit pemetaan ArcGis per Senin (10/2/2020) pukul 21:03 WIB, jumlah kasus virus Corona mencapai 40.573 di seluruh dunia. Hampir semua terjadi di China yaitu 40.195 kasus. Korban jiwa pun semakin banyak menjadi 910 orang, 871 ada di Provinsi Hubei (China) yang merupakan lokasi awal penyebaran virus ini.

Namun bukan berarti mereka yang berada di luar China bisa berleha-leha. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa kasus Corona di luar China bisa jadi hanya puncak gunung es, tidak menggambarkan kengerian yang sebenarnya.

"Sedikitnya kasus yang terdeteksi di luar China mengindikasikan bahwa penyebaran yang lebih luas. Singkatnya, kita mungkin hanya melihat puncak dari gunung es," tegas Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO, seperti dikutip Reuters.

Di luar China, sejauh ini ada 43 kasus virus Corona di Singapura, 38 di Hong Kong, 32 di Thailand, 27 di Korea Selatan, 26 di Jepang, 18 masing-masing di Malaysia dan Taiwan, 15 di Australia, 14 masing-masing di Jerman dan Vietnam, 12 di Amerika Serikat (AS), 11 di Prancis, 10 di Makau, 7 masing-masing di Kanada dan Uni Emirat Arab, tiga masing-masing di Italia, Filipina, India, dan Inggris, dua masing-masing di Rusia dan Spanyol, serta satu masing-masing di Nepal, Kamboja, Belgia, Finlandia, Swedia, dan Sri Lanka. Korban jiwa di luar China ada di Hong Kong dan Filipina masing-masing satu orang.

Selan itu ada pula 64 kasus yang terjadi kapal pesiar Diamond Cruise. Kapal tersebut kini dikarantina di Pelabuhan Yokohama (Jepang).

Penyebaran virus Corona yang begitu luas, lebih luas dari saat wabah SARS melanda pada 2002-2003, membuat berbagai negara waspada. Salah satunya Indonesia, yang sampai sekarang belum ada laporan terjadinya kasus virus Corona.


Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan mulai Rabu pekan lalu resmi menutup sementara penerbangan dari dan ke China. Langkah ini ditempuh untuk menekan risiko penularan virus Corona kepada warga negara Indonesia.

"Penerbangan ke China itu kita tunda. Nanti sewaktu-waktu bisa dibuka tetapi tentu melalui evaluasi yang dilakukan juga. Ini berlaku untuk transit juga, sampai kapannya belum tahu kita harapkan tidak lama ya," ungkap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Sejauh mana Indonesia bergantung kepada turis China? Lihat di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2