Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 11 Feb 2020 16:01 WIB

Perhatian! Harga Barang Impor China Bakal Naik

Trio Hamdani - detikFinance
Glodok dan Mangga Dua Sudah Sepi, Bagaimana Roxy? Ilustrasi/Foto: Muhammad Idris
Jakarta -

Wabah virus corona bisa menyebabkan harga barang yang dipasok dari China melonjak. Hal itu terjadi apabila wabah corona berkepanjangan sehingga melumpuhkan produktivitas industri negeri berjuluk Tirai Bambu tersebut.

Saat produktivitas industri goyah maka pasokan barang ke pasar pun seret, dan harga melambung.

"Kalau kelangkaan kan otomatis harganya naik, jadi lebih mahal ya," kata Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Ahmad Heri Firdaus saat dihubungi detikcom, Selasa (11/2/2020).

Heri menjelaskan produk yang cukup banyak diimpor Indonesia dari China adalah elektronik, telekomunikasi, dan tekstil.

"Barang konsumsi kita selama ini kalau dari China impornya komponen elektronik dan elektronik. Kemudian telekomunikasi kayak handphone gitu, gadget. Terus tekstil dan turunannya atau produk-produk tekstil. Itu tiga produk yang mungkin akan mengalami shock ya," jelasnya.


Misalnya saja, dilansir dari Reuters, Kamis (6/2/2020), Foxconn sebagai perusahaan perakit iPhone telah dipaksa pemerintah China untuk menyetop hampir semua fasilitas produksinya di China. Bahkan pengapalan iPhone diprediksi akan menurun 10% menjadi 36-40 juta unit ponsel pada kuartal I-2020 ini. Penyebab penurunan tersebut adalah virus corona.

"Yang menjadi permasalahan adalah kalau pabrik itu tutup semua sehingga suplainya ke luar berhenti dan berimbas ke Indonesia. Dan yang beli barang kan bukan cuma Indonesia doang tapi mungkin Jepang, Korea pada beli dari situ sehingga adanya kelangkaan," jelas Heri.

Dia mencontohkan kejadian banjir besar yang pernah terjadi di Bangkok, Thailand. Itu membuat harga elektronik di Indonesia mengalami kenaikan. Pola yang sama bisa terjadi karena dipicu wabah virus corona. Namun berapa kenaikan harganya, menurut Heri belum bisa diperkirakan.

"Dulu saya ingat ada banjir di Bangkok, di Thailand, nah itu mengguncang harga elektronik kita. Waktu itu harganya naik beberapa persen. Nah ini mungkin ada kemiripan. Intinya kalau ada shock, ada guncangan di pusat produksinya itu akan berdampak kepada harga di sini," tambahnya.



Simak Video "Duh! 512 Tahanan di China Terinfeksi Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com