Obat Buat Pariwisata RI yang Terimbas Corona: Voucher Bundling

Andhika Prasetia - detikFinance
Selasa, 11 Feb 2020 18:14 WIB
Kementerian Perhubungan melakukan rapat kerja dengan Komisi V DPR-RI, Rabu (13/11/2019). Rapat kerja dilakukan untuk memaparkan penyampaian rencana strategis lima tahun Kemenhub.
Foto: Lamhot Aritonang
Bogor -

Pemerintah tengah memutar otak untuk mencari pengganti wisatawan dari hilangnya wisatawan China imbas dari virus corona. Salah satunya dengan insentif langsung kepada para wisatawan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa subsidi atau insentif untuk menjaga sektor pariwisata masih belum ada keputusan. Termasuk untuk insentif yang diberikan kepada pelaku di industri pariwisata seperti maskapai dan perhotelan.

"Jadi ginilah ya. Kalau kita punya perusahaan juga kan juga ngitung harga pokoknya berapa, berapa harga yang masih masuk. Kalau sejauh harga itu, mereka akan turun. Kalau rugi sedikit, mereka akan turun, cross subsidy. tapi kan kalau ada insentif lebih bagus lagi," ujarnya di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2/2020).

Meski belum diputuskan, Budi mengaku sudah berbicara kepada maskapai. Dari mengimbau agar maskapai memberikan program khusus terutama untuk tujuan yang paling banyak turis China yakni Bali, Bintan dan Batan dan Sulawesi Utara.

"Saya sudah ngomong pokoknya kasih harga khusus, kasih program khusus. Tapi saya belum tahu," ujarnya.

Budi menilai program khusus yang bisa diberikan bisa menjadi insentif khusus yang langsung dirasakan oleh para wisatawan. Dia mengusulkan agar insentifnya berupa voucher diskon penerbangan maupun penginapan.

"Yang paling efektif adalah bundling. Ide saya kan bundling antara penerbangan dan hotel. Di situ dikasih insentif apa, saya enggak tahu. Karena di 3 tempat ini ancamannya kan hotel bisa tutup dan orang-orangnya nggak bisa bekerja lagi. Yang paling simple kasih voucher. mekanismenya nggak ngerti, itu hanya contoh, harus direct," terangnya.

Menurut Budi insentif direct jauh lebih bermanfaat ketimbang memberikan insentif indirect. Misalnya seperti memberikan insentif kepada avtur ataupun pajak.

"Jadi yang butuh insentif ini direct yang membuat orang bikin mengambil keputusan, terus langsung ke sana. Kalau pajak kan hanya perbaiki kinerja korporasi itu. Tapi kalau insentif langsung itu membuat orang datang ke sana," tutupnya.

Obat Buat Pariwisata RI yang Terimbas Corona: Voucher Bundling


Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
(das/ang)