Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 12 Feb 2020 05:59 WIB

Walah, Ekonomi RI Bakal Tertekan Corona!

Vadhia Lidyana - detikFinance
Seorang pria di Hubei, China, terlihat menggunakan penutup kepala menggunakan plastik saat beraktivitas. Hal itu dilakukan demi mencegah penularan infeksi corona. Foto: AP Photo
Jakarta -

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BPPP) Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kasan mengungkapkan ada 5-6 negara yang sudah merilis data ekspor-impornya di Januari 2020, antara lain Brasil, Vietnam, Chili, Pakistan, dan Korea Selatan. Menurut Kasan, semua negara tersebut mengalami penurunan ekspor dan impor semenjak merebaknya virus corona di China.

"Jadi sekitar 5-6 negara yang sudah publish data Januari itu umumnya ekspor dan impor turun. Dan yang terbesar Brasil yang penurunannya sampai dua digit. Korea Selatan juga turun, bahkan Korea menyatakan dalam rilisnya, salah satu penyebab penurunan ekspor dan impor disebabkan virus corona," kata Kasan dalam acara diseminasi hasil analisis BPPP dan outlook ekonomi dan perdagangan 2020 di kantornya, Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Penurunan ekspor disebabkan oleh menurunnya permintaan di China, sedangkan penurunan impor karena terhentinya produksi berbagai industri di China. Kasan menuturkan, hal ini juga akan berdampak signifikan terhadap ekspor dan impor Indonesia dari dan ke China di Januari 2020.

Meski Badan Pusat Statistik (BPS) belum merilis data ekspor-impor Indonesia di Januari 2020, namun melihat data negara lain, ia memprediksi ekspor-impor Indonesia di awal 2020 ini juga akan turun.


Berdasarkan kajian BPPP, jika pertumbuhan ekonomi China turun 1% sebab virus corona ini, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia ikut turun sebesar 0,23%. Tentunya angka tersebut berbeda dengan prediksi Bank Dunia yakni dampaknya ke pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,3%.

"World Bank mengatakan bahwa dampak corona kalau turun 1% ke GDP China, ke GDP Indonesia turunnya bisa 0,3%. Tapi perhitungan di tim saya, bukan 0,3%. Setiap 1% GDP China, penurunannya di Indonesia 0,23%. Bukan menghibur, tapi berdasarkan fakta-fakta yang kami temukan secara ilmiah. Jadi kalau World Bank 0,3%, kami lebih konservatiflah 0,23%," tegas Kasan.

Walah, Ekonomi RI Bakal Tertekan Corona!


Selanjutnya
Halaman
1 2 3
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com