Perdagangan RI-Turki Ditargetkan US$ 1 Miliar

Perdagangan RI-Turki Ditargetkan US$ 1 Miliar

- detikFinance
Rabu, 30 Nov 2005 17:34 WIB
Jakarta - Misi dagang Turki menargetkan volume perdagangan dengan Indonesia mencapai US$ 1 miliar dalam 3 tahun ke depan. Transaksi kedua negara diperkirakan terus meningkat seiring dengan bertambahnya item ekspor impor kedua negara.Demikian diungkapkan oleh Deputi Menteri Perdagangan Luar Negeri Turki, Tuncer Kayalar yang memimpin delegasi dagang Turki ke Indonesia di Hotel Ritz Carlton, Jalan Lingkar Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (30/11/2005).Menurut Kayalar, volume perdagangan Indonesia-Turki selalu naik dari tahun ke tahun, seperti tahun 2003 sebesar US$ 497 juta, dan tahun 2004 sebesar US$ 677 juta. Sedangkan untuk periode Januari-September 2005 nilainya telah mencapai US$ 594 juta atau naik 20 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.Ekspor Turki ke Indonesia dalam bentuk tembakau, tepung terigu, bahan kimia, tekstil, katun dan marmer. Indonesia, ungkap Kalayar, merupakan peringkat ketujuh tujuan ekspor Turki di antara negara-negara Asia Pasifik setelah Cina, Jepang, Korea, Taiwan, India dan Malaysia."Turki saat ini menjadi tempat yang diminati untuk investasi langsung (foreign direct investment/FDI) karena program privatisasi yang agresif. FDI Turki dalam sembilan bulan tahun 2005 ini mencapai US$ 16 miliar," papar Kayalar.Tahun 2004, ekspor Turki ke Indonesia sebesar US$ 54 juta, sebaliknya ekspor Indonesia ke Turki mencapai US$ 623 juta. Sedangkan periode Januari-September, ekspor Turki ke Indonesia telah mencapai US$ 58 juta, dan impor dari Indonesia US$ 536 juta."Ini membuktikan ekspor Turki ke Indonesia hanya 0,1 persen dari total impor Indonesia ke Turki," ujar Kayalar.Rombongan misi dagang Turki, lanjut Kayalar, tertarik untuk berinvestasi pembangunan pabrik terigu seperti yang ditawarkan pemerintah Indonesia.Selain populasi yang besar, Indonesia dianggap bisa dijadikan pusat strategis untuk ekspor terigu ke negara Asia. "Kita akan follow up ini di tahun 2006," janji Kayalar.Nilai ekspor terigu ke Indonesia mencapai US$ 8 juta dan tahun 2006 diperkirakan mencapai US$ 40 juta. Sedangkan untuk seluruh dunia, nilai ekspor terigu tahun 2004 mencapai US$ 200 juta, dan tahun ini ditargetkan mencapai US$ 330 juta.Misi dagang Turki juga berminat untuk masuk ke sektor konstruksi. Melalui consultant service, Turki telah memegang lebih dari 2.500 proyek yang tersebar di 63 negara dengan nilai US$ 64 miliar."Untuk itu kami akan mengorganisasi investor Turki untuk mengikuti tender infrastruktur di Indonesia," katanya. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads