Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 12 Feb 2020 16:21 WIB

Wabah Corona di Singapura Kian Parah, Kok RI Belum Tutup Penerbangan?

Danang Sugianto - detikFinance
Penerbangan dari Bandara Internasional Juanda Surabaya ke sejumlah wilayah di kalimantan masih terdampak kabut asap. Tujuh penerbangan dari Juanda dibatalkan. Foto: Suparno
Jakarta -

Wabah virus corona di Singapura semakin parah. Pemerintah Singapura meningkatkan level kewaspadaan dari kuning menjadi oranye.

Namun pemerintah Indonesia hingga saat ini belum mengambil keputusan untuk menutup penerbangan dari dan ke Singapura. Apa alasannya?

"Pak Dubes sudah sampaikan penanganan di sana. Bagaimana kaitannya dengan penerbangan dari dan menuju Singapura, sampai saat ini kami belum ada rencana melakukan penundaan penerbangan seperti China," kata Staf Khusus Kementerian Perhubungan Adita Irawati di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Meski begitu, menurut Adita keputusan untuk melakukan penundaan sementara penerbang bergantung pada dinamika penyebaran virus corona di Singapura. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negeri terkait hal itu.

Adita menjelaskan arus penumpang dari dan menuju Singapura ada sekitar 5,6 juta kapasitas kursi dari 580 penerbangan per pekan.

Untuk saat ini pemerintah melakukan upaya pencegahan di pintu masuk negara baik di bandara maupun pelabuhan. Salah satunya dengan menempatkan alat pengukur suhu tubuh atau thermal scanner.

"Kami kerja sama intens dengan petugas pelabuhan dan bandara. Kami kerja sama intens dengan imigrasi dan Bea Cukai. Upaya kami lakukan maksimal termasuk petugas bandara dan pelabuhan diwajibkan menggunakan alat keselamatan supaya mereka terhindar dari penularan. Pada dasarnya semua masih berjalan sesuai rencana," tutupnya.



Simak Video "Pemerintah Akan Pulangkan WNI di Singapura yang Sembuh dari Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com