Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 13 Feb 2020 15:58 WIB

Harga Gula Naik, Pemerintah Mau Guyur Impor?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Gula Pasir Gulaku Ilustrasi Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perdagangan (Kemendag), Oke Nurwan mengatakan harga gula kristal putih (GKP) atau gula konsumsi saat ini sudah mengalami kenaikan hingga 4% dibandingkan Januari 2020.

"Sekarang kan ada indikasi naik 4% terhadap bulan yang lalu," kata Oke usai menghadiri konferensi pers Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Untuk itu, pemerintah akan mencari langkah untuk memitigasi lonjakan harga dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) tingkat Kementerian pekan depan.

"Harga kenaikan 4% sehingga harus antisipasi diturunkan. Apa yang dilakukan? Minggu depan rakortas, bagaimana keputusan GKP ini untuk harga supaya bisa kembali stabil," terang Oke.

Ketika ditanyakan langkah antisipasi yakni melakukan impor, Oke tak mau menjawab. Ia meminta semua pihak menunggu hasil rakortas pekan depan.

"Antisipasinya akan dirapatkan minggu depan," tegas Oke.

Sementara itu, untuk kebutuhan gula industri atau gula rafinasi akan dilakukan impor. Oke menyatakan, pihaknya sudah menerbitkan Surat Perizinan Impor (SPI) untuk gula industri. Izin impor yang sudah diterbitkan ini baru untuk semester I-2020.

"Gula industri sudah dikeluarkan, diterbitkan dan hasil rakortas diterbitkan sesuai rekomendasi, dan semester pertama sudah terbit," ujar dia.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Ketua Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) Bernardi Dharmawan, Kemendag sudah menerbitkan SPI untuk 1,44 juta ton gula industri terhadap 11 perusahaan importir. Adapun kebutuhan gula industri di tahun 2020 ini sebanyak 3,2 juta ton, yang impornya akan terbagi di dua semester.

"Satu tahun 3,2 juta ton. Jadi kan rakortas bicara 3,2 juta satu tahun. Maka rekomendasinya dikeluarkan 1,6 juta ton untuk satu semester. Nah dari rekomendasi itu baru diterbitkan izin 1,44 juta ton. Jadi masih ada rekomendasi yang harus dikeluarkan," jelas Bernardi kepada detikcom melalui sambungan telepon.

Bernardi memaparkan, gula industri tersebut diimpor sebagian besar dari Thailand. Selain itu, gula industri yang diimpor tersebut sudah mulai masuk Indonesia sejak akhir pekan lalu.

"Sudah mulai masuk dari akhir minggu lalu. Mayoritas dari Thailand," tandas dia.



Simak Video "Begini Perjalanan Panjang Tembaga Menjadi Barang Keseharian Kita"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com