Corona Bikin Lesu, Nanti Ada Pesta Diskon Belanja Online Biar Seru

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 13 Feb 2020 17:05 WIB
Belanja online
Foto: shutterstock
Jakarta -

Pemerintah memutar otak demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi dari dampak virus corona. Salah satu yang akan didorong dari sisi konsumsi rumah tangga pesta diskon belanja online.

Staf Ahli Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi menjelaskan dampak virus corona terhadap ekonomi RI bisa dilihat dari 3 hal yakni pariwisata, perdagangan dan berujung pada pertumbuhan ekonomi.

Untuk menjadi momentum pertumbuhan ekonomi, pemerintah akan mendorong konsumsi rumah tangga. Sebab kontribusi dari konsumsi rumah tangga terhadap pertumbuhan ekonomi paling besar.

"Karena konsumsi rumah tangga itu porsinya 56%. Secara struktur banyak komponen yang pengaruhi konsumsi tidak hanya makanan dan minuman tapi juga pakaian transportasi, komunikasi dan lainnya. Sehingga apabila menghadapi situasi tertentu maka kita dorong pola konsumsi," ujarnya di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Nah menariknya, konsumsi rumah tangga RI sedang loyo. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan konsumsi di kuartal IV-2019 hanya tumbuh 4,97%. Padahal biasanya pertumbuhan konsumsi rumah tangga setiap kuartal tumbuh di atas 5%.


"Dalam situasi seperti ini tentu kita cari peluang apa yang bisa kita manfaatkan. Tentu tidak hanya dari pemerintah tapi kita akan cari peluang yang terbaik supaya kita jaga pertumbuhan ekonomi," kata Edi.

Dia mengakui saat ini daya beli masyarakat Indonesia juga dalam kondisi yang tidak prima. Namun pemerintah akan merangsang konsumsi masyarakat dengan berbagai cara.

Salah satunya dengan mendorong belanja melalui e-commerce. Pemerintah akan mengajak pelaku e-commerce untuk mengadakan festival belanja online seperti Harbolnas. Namun hal itu masih dikaji dengan para pelaku usaha.


"Kami lagi kerja samakan dengan yang memang urus e-commerce ya. Mereka ingin melihat yang kemarin 11-11, 12-12 seperti apa. Kalau 11-11, 12-12 sukses, lalu yang dibelanjakan barang apa. Jangan-jangan barang dari China juga percuma kalau barangnya nggak ada," tutur Edi.

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan pendekatan dengan para pekerja seni. Mereka yang berencana melakukan kegiatan didorong untuk dipercepat pelaksanaannya guna mendorong konsumsi masyarakat.

"Kami bertemu dengan pekerja seni, tolong dong mereka buat satu event. Event itu mau dibuat Juni, tp kami minta bisa nggak dimajukan supaya ada kegiatan yang memancing orang mau belanja. Contoh satu moment mereka akan merilis 1 film karakter tertentu, nah karakter itu merchandise-nya dijual di saat-saat sekarang, nggak perlu nunggu nanti. Itu kan memancing berkonsumsi," terangnya.



Simak Video "Terus Melejit! Update Corona RI Per 17 September: Tambah 3.635 Kasus"
[Gambas:Video 20detik]
(das/ang)