Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 14 Feb 2020 14:43 WIB

Saran Supaya Warga Jabodetabek Mau Beralih ke Angkutan Umum

Anisa Indraini - detikFinance
Macet tak melulu menghadirkan suasana penat akibat antrean kendaraan. Dalam bingkai foto, kemacetan justru terlihat indah dari balik lensa. Setuju? Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pemerintah sedang berusaha mendorong 60% masyarakat Jabodetabek naik angkutan umum. Saat ini sendiri, penggunaan transportasi umum di Jabodetabek baru 32%.

Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, hal itu bisa terjadi jika pemerintah menerapkan strategi push policy, alias mendorong penggunaan angkutan umum.

Untuk mendorong penggunaan angkutan umum, pemerintah harus mempersulit masyarakat menggunakan kendaraan pribadi seperti menerapkan ganjil genap, jalan berbayar alias electronic road pricing (ERP), hingga menaikkan tarif parkir.

"Push-nya bentuknya banyak, misalnya ganjil genap, tarif parkir tinggi, kemudian ERP. Pokoknya orang dihambat untuk menggunakan kendaraan pribadi," kata Djoko kepada detikcom, Jumat (14/2/2020).

Menurutnya, banyak masyarakat yang memilih menggunakan kendaraan pribadi karena ongkosnya murah atau tidak jauh berbeda dengan menggunakan transportasi umum. Ia pun menyarankan agar tarif parkir dinaikkan menjadi Rp 50 ribu untuk motor dan Rp 100 ribu untuk mobil.

"Di negara-negara manapun yang angkutan umumnya bagus itu mahal. Parkir di tengah kota itu bisa 20-40× lipat dari tarif naik angkutan umum. Di kita murah Rp 2-4 ribu setara dengan angkutan umum. Coba kalau satu parkir Rp 50 ribu untuk motor, Rp 100 ribu untuk mobil, pasti dia mikir," ujarnya.

Selain itu, ada juga pull policy alias strategi untuk menggiatkan penggunaan transportasi umum. Dengan cara ini, pemerintah harus mempermudah masyarakat naik angkutan umum. Hal itu bisa dilakukan dengan cara menurunkan atau menggratiskan tarif angkutan umum, hingga memberikan pelayanan sampai 24 jam.

"Pull-nya, orang menggunakan angkutan umum itu dipermudah. Seperti tarifnya murah, mungkin ada yang gratis, pelayanannya sampai malam ada 24 jam," sebutnya.



Simak Video "Kurangi Macet, Semua Lajur di DKI Akan Disamakan"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com