Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 14 Feb 2020 15:46 WIB

5 'Obat Kuat' Agar Ekonomi RI Kebal Virus Corona

Soraya Novika - detikFinance
Otoritas Hong Kong evakuasi penghuni apartemen di pinggiran kota itu. Evakuasi dilakukan usai ada penghuni apartemen yang alami gejala terinfeksi virus corona. Foto: AP Photo/Kin Cheung
Jakarta -

Pemerintah Indonesia akhirnya memutuskan untuk membuat langkah mitigasi ekonomi atas dampak virus corona. Upaya ini diambil sebab wabah yang meluas di berbagai negara ini ternyata membawa dampak keekonomian dunia yang perlu diantisipasi oleh seluruh negara termasuk Indonesia.

Peristiwa ini diperkirakan sudah berdampak pada perekonomian China sebagai negara sumber penyebaran virus itu. Beberapa institusi melihat, apabila penyebaran wabah Virus Corona berlangsung cukup lama dan terus menghambat aktivitas ekonomi Negeri Tirai Bambu tersebut maka pertumbuhan ekonomi China sebagai perekonomian terbesar kedua di dunia itu dapat terus tumbuh melambat.

Meski kini ekonomi Indonesia terbilang cukup stabil di tengah peningkatan tekanan ekonomi global lewat wabah tersebut, akan tetapi pemerintah mengakui kinerja ekspor impor Indonesia sudah mulai terasa menurun terutama dengan China.

Penurunan kinerja arus ekspor dan impor RI paling kentara terasa setelah akses penerbangan dari dan ke China diputus total sejak 5 Februari 2020 lalu.

Demikian pula pada pergerakan arus orang dari dan ke China. Pergerakan penumpang masuk asal China sempat mencapai puncaknya pada 25 Januari 2020 lalu dan kemudian langsung mengalami penurunan drastis, di mana hingga saat ini jumlah penumpang China hanya mencapai kurang dari 500 orang.

Mengantisipasi dampak dari penyebaran virus tersebut, pemerintah akhirnya mengambil langkah-langkah yang antisipatif dan responsif yakni dengan menjaga daya beli masyarakat dan mendorong aktivitas produktif.

"Pertumbuhan ekonomi kita sangat didukung oleh konsumsi. Sehingga pada kuartal I sudah diarahkan akan ada pendorong konsumsi belanja negara, maka kita bisa mengupayakan untuk mendorong sisi konsumsi rumah tangga," ujar Plt. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Arif Baharudin dalam keterangan resmi yang diterima detikcom, Jumat (14/2/2020).

Selain menjaga daya beli masyarakat, berikut beberapa langkah yang akan diambil Pemerintah terkait mitigasi virus corona tersebut :

1. Mempercepat realisasi belanja Kementerian/Lembaga, terutama belanja bantuan sosial (seperti PKH dan kesehatan), serta belanja non operasional

2. Mendorong pusat-pusat pariwisata melalui berbagai program pendukung, seperti percepatan pembangunan lima destinasi pariwisata super prioritas (Danau Toba, Borobudur, Likupang, Labuan Bajo, dan Mandalika). Pemerintah juga akan menyiapkan kebijakan fiskal dan non-fiskal untuk menstimulasi sektor pariwisata

3. Mendorong dan mempercepat belanja padat karya untuk kegiatan produktif yang menyerap banyak tenaga kerja, seperti belanja infrastruktur di pusat dan daerah

4. Mengoptimalkan peran APBN sebagai instrumen yang fleksibel dalam merespon situasi ekonomi (countercyclical) dengan tetap dalam batasan yang aman dan terkendali

5. Mempercepat penajaman program Kredit Usaha Rakyat (KUR), termasuk perluasan sasaran



Simak Video "Kasus WNI Positif Corona Kini Mencapai 309"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com