Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 16 Feb 2020 11:53 WIB

RI Catat Transaksi Potensial US$ 3,50 Juta di Sirha Budapest 2020

Angga Laraspati - detikFinance
Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan Foto: Ari Saputra-Sekjen Kemendag Oke Nurwan
Jakarta -

Indonesia terus menyasar peluang ekspor makanan dan minuman (mamin) ke berbagai negara, salah satunya adalah Hongaria.

Berpartisipasi dalam pameran makanan dan minuman Internasional, Sirha Budapest 2020, Indonesia berhasil mencatatkan transaksi potensial sebesar US$ 3,50 Juta.

Acara yang digelar pada 4-6 Februari yang lalu ini merupakan kerja sama Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Budapest dengan KBRI Budapest. Sirha Budapest 2020 merupakan acara bertaraf internasional dan sangat bergengsi di Hongaria untuk pasar Eropa Tengah dan Timur (ETT).

Pameran yang berlangsung dua tahun sekali ini diikuti lebih dari 300 perusahaan yang bergerak di bidang industri mamin, horeka (hotel, restoran, dan katering), gastronomi, dan industri pengemasan. Pesertanya, 30 persen dari perusahaan- perusahaan besar di luar Hongaria dan 70 persen dari Hongaria.

Kepala ITPC Budapest Addy Perdana mengatakan pameran ini dilakukan sebagai ajang promosi mengenalkan aneka produk mamin unggulan Indonesia ke pasar ETT. Melalui pameran ini buyer asing dan pengunjung diharapkan akan semakin mengenal produk Indonesia dan ingin berbisnis langsung dengan perusahaan Indonesia.

"Selain itu, para pengunjung juga mendapatkan informasi untuk dapat memasukkan produk-produk mamin Indonesia yang bercita rasa autentik ke negara- negara tempat mereka berasal," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (16/2/2020).

Lebih lanjut, Duta Besar Indonesia di Budapest Abdurrachman Hudiono Dimas Wahab menambahkan, selain mempromosikan produk mamin unggulan, Paviliun Indonesia juga menggelar sesi demonstrasi pembuatan beberapa jenis olahan kreasi mamin yang menggunakan produk dari sepuluh perusahaan Indonesia tersebut.

"Keikutsertaan Indonesia di Sirha Budapest 2020 ini tentunya menjadi ajang pertemuan bisnis ke bisnis (B2B) bagi para pelaku industri dan buyer potensial yang bergerak di sektor mamin, industri perhotelan, dan catering di kawasan ETT," ujar Abdurrachman.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menegaskan partisipasi Indonesia pada pameran seperti ini di luar negeri merupakan strategi promosi dagang yang harus dilakukan Atase Perdagangan dan ITPC untuk membuka peluang pasar ekspor.

"Pasar ekspor seperti produk mamin Indonesia untuk mensuplai bahan baku industri mamin ke pasar Hongaria dan negara ETT, serta negara-negara lain di dunia. Untuk itu, partisipasi dalam pameran ini perlu dimanfaatkan semaksimal mungkin memperoleh buyers aktual maupun potensial guna meningkatkan ekspor mamin Indonesia," tegasnya.

Hongaria merupakan mitra dagang yang sangat strategis bagi Indonesia. Periode Januari- September 2019, total perdagangan Indonesia - Hongaria mencapai senilai USD 120,97 juta. Nilai ini terdiri atas ekspor Indonesia ke Hongaria sebesar USD 57,10 juta atau naik 8,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sedangkan nilai impor Indonesia dari Hongaria tercatat sebesar USD 63,87 juta. Pada 2018, Indonesia merupakan mitra dagang Hongaria di peringkat ke-47 dengan pangsa 0,1 persen.

Sebagai informasi, Paviliun Indonesia menempati area seluas 75m2 dan menampilkan 10 perusahaan Indonesia yang bergerak di sektor mamin. Kesepuluh perusahaan tersebut yaitu PT Rukun Mapan Bersama (RMB Food), PT Mulia Boga Raya Tbk, PT Rezeki Inthi Artha (Wilmond), PT Pondan Pangan Makmur Indonesia, PT Olaga food Industri, Indraco Group, CV Hitara Cipta Selaras, PT Mayora Indah Tbk, PT Agro Asia Berdikari, dan 1Rétköz-Pack Bt (distributor resmi PT Sambu Indonesia).

Adapun produk-produk yang ditampilkan, antara lain permen kopi, biskuit kopi, wafer, kerupuk, keripik, produk keju olahan dan mayones, tuna kaleng, mi instan, aneka kopi Indonesia, minuman coklat, produk santan dan air kelapa, produk bawang putih, kacang mete, gula kelapa, serta bahan pembuat kue seperti campuran kue, campuran kukis, dan campuran puding.

Berbagai kegiatan lain turut meramaikan Sirha Budapest 2020, seperti seperti kompetisi mengkreasikan aneka makanan oleh koki ternama dari seluruh dunia (Bocuse d'Or), kompetisi membuat makanan penutup (dessert) yang jenis dan tipenya ditentukan panitia (Sirha Budapest Dessert Competition), serta stan aneka jenis daging seperti sapi dan kalkun (Omnivore World Tour). Selain itu, ada juga berbagai forum dan seminar menarik seputar produk mamin dan horeka.

RI Catat Transaksi Potensial US$ 3,50 Juta di Sirha Budapest 2020


Simak Video "Penuhi Kebutuhan Masyarakat, Kemendag Impor 550 Ribu Ton Gula"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com