Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 17 Feb 2020 10:13 WIB

Virus Corona 'Hantui' Perdagangan RI dan China?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Setelah beberapa bulan mengalami defisit alias tekor, pada Mei 2019 posisi neraca perdagangan berbalik menjadi surplus. Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan neraca perdagangan Januari hari ini. Wabah virus corona disebut dapat mempengaruhi aktivitas ekspor impor antara Indonesia dan China.

Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede menjelaskan bahwa virus corona pada awal 2020 ini belum akan mempengaruhi ke perdagangan antara Indonesia dan China. Hal ini karena permintaan bahan baku dari China belum mengalami peningkatan yang tajam awal tahun ini.

"Maka dampak dari virus Corona belum cukup signifikan. Namun demikian, dampaknya akan lebih signifikan mempengaruhi sekitar bulan Februari dan Maret dan akan berpengaruh besar terhadap defisit transaksi berjalan pada kuartal I tahun 2020," kata dia saat dihubungi, Senin (17/2/2020).

Terkait berhentinya aktivitas produksi pabrik-pabrik otomotif di Wuhan, China, maka permintaan ekspor komoditas besi dan baja dari Indonesia diperkirakan menurun tajam.

Selain ekspor komoditas besi dan baja, ekspor komoditas batu bara yang masih menjadi bahan baku dari industri secara keseluruhan di China juga berpotensi melambat.

Meskipun demikian, aktivitas perdagangan dan ekonomi China secara keseluruhan diperkirakan mulai normal apabila sudah ditemukan vaksin untuk virus corona.

"Jadi, dapat disimpulkan bahwa seberapa besar dampak dari virus corona tersebut akan dipengaruhi oleh lama durasi dari kasus virus corona ini berlangsung," jelas dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Update Global: Kasus Covid-19 di Amerika Tembus 400.549"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com