Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 17 Feb 2020 14:12 WIB

Kapan Neraca Dagang RI Nggak Keok Lagi?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Airlangga Hartarto Menko Perekonomian Airlangga Hartarto/Foto: (Rusman-Biro Pers Setpres)
Jakarta -

Lagi, neraca perdagangan defisit di Januari 2020. Di awal 2020 ini, defisit neraca perdagangan mencapai US$ 870 juta. Jika melihat kondisi neraca perdagangan tahun lalu, Indonesia juga mengalami defisit US$ 3,2 miliar sepanjang 2019.

Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, untuk memperbaiki neraca perdagangan Indonesia ini memang butuh waktu. Bahkan, pemerintah menargetkan neraca perdagangan akan kembali surplus dalam kurun waktu 3 tahun ke depan.

"Ya kan target 3 tahun," ungkap Airlangga di kantornya, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Ia mengatakan, upaya pemerintah dalam memperbaiki neraca perdagangan ini akan terasa dampaknya di jangka panjang, bukan jangka pendek atau pun menengah.


"Ya kan kita masih bekerja jangkanya jangka menengah, bukan jangka pendek ya," jelas Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

Sebagai informasi, defisit neraca perdagangan US$ 870 juta itu disebabkan oleh realisasi ekspor Indonesia di Januari 2020 hanya sebesar US$ 13,41 miliar. Sementara, realisasi impor di bulan yang sama US$ 14,28 miliar.

Untuk kinerja ekspor Januari 2020 sendiri turun 7,16% dibandingkan Desember 2019 dan 3,7% secara year on year (yoy). Lalu, untuk kinerja impor Januari 2020 turun 4,78% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.



Simak Video "Respons Airlangga Usai Disindir Menteri Urus Parpol di Jam Kerja"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com