Di Depan DPR, Mentan Ngeluh Ekspor-Impor Pangan Terganggu Corona

Soraya Novika - detikFinance
Senin, 17 Feb 2020 15:40 WIB
RDP Mentan-DPR
Foto: RDP Mentan-DPR (Soraya Novika/detikcom)
Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengeluh beratnya tugas kementeriannya itu saat dipanggil Komisi IV DPR RI terkait evaluasi program kerja tahun anggaran 2020.

Menurutnya sejak adanya wabah virus corona, kinerja Kementerian Pertanian terus dimintai pertanggungjawaban, terutama terkait ekspor dan impor pangan.

"Padahal, ini kan tanggung jawab semuanya, tapi seolah-olah kami yang harus menyiapkan, bukan hanya Kementerian Pertanian yang harus dominan," ujar Syahrul dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin (17/2/2020).

Syahrul melanjutkan sejak menyebarnya virus corona, intensitas ekspor pangan RI ke China mengalami penurunan drastis terutama untuk ekspor kelapa sawit.

"Dampak virus corona di China diduga berdampak pada perdagangan pertanian kita, sebagai contoh ekspor kelapa sawit yang memberi kontribusi terbesar, pada bulan Februari 2020 ini realisasinya hanya 84.000 ton, padahal selama periode yang sama tahun 2019 mencapai 371 ribu ton, begitu pula dibandingkan dengan ekspor Januari 2020 sebesar 487 ribu ton. Ekspor sawit kita di Februari ini jauh mengalami penurunan," ungkapnya.

Untuk itu, menurut Syahrul, dalam waktu dekat ini Kementerian Pertanian akan berupaya membuat langkah kebijakan untuk mengantisipasi penurunan ekspor pertanian ke China tersebut.

"Kita akan upayakan koordinasi dengan para eksportir agar dapat memanfaatkan pasar ekspor alternatif, seperti ke India, Timur Tengah dan Rusia," tambahnya.

Demikian pula dari segi impor yang pengaruhnya paling memukul perekonomian dalam negeri adalah impor bawang putih.

"Pada sisi lain, Indonesia punya ketergantungan bawang putih dari China, juga perlu antisipasi yang baik, data impor Februari 2020 sebesar 23.000 ton jauh lebih kecil dari impor tahun sebelumnya yang sebesar 583.000 ton, berpotensi menganggu ketersediaan bawang putih dalam negeri," ucapnya.

Mengantisipasi ketersediaan dan lonjakan harga yang semakin parah terhadap komoditas tersebut, kementeriannya juga tengah mencari negara alternatif lain untuk impor bawang putih dan mendorong produksi.

"Kementerian Pertanian juga sudah mengantisipasi dan mencari alternatif importasi bawang putih selain mendorong produksi dalam negeri," pungkasnya.



Simak Video "Hadapi Corona, Stok Beras RI Selama Ramadhan Lebih dari Cukup"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)