Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 17 Feb 2020 16:38 WIB

Stok Aman Kok Harga Bawang Putih Tetap Melonjak? Ini Jawaban Mentan

Soraya Novika - detikFinance
Operasi Pasar Bawang Putih Murah Foto: Anisa Indraini
Jakarta -

Meski masih ketergantungan dengan impor dari China, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan bahwa ketersediaan bawang putih dalam negeri sebenarnya masih terbilang aman. Akan tetapi, semenjak munculnya virus corona, harga bawang putih terus melonjak bahkan hingga detik ini.

"Sebenarnya dalam data Kementerian Pertanian stoknya cukup, yang mengherankan kenapa tiba-tiba terjadi lonjakan harga seperti itu," ujar Syahrul dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Menurut Syahrul, sejauh ini, stok bawang putih masih ada sekitar 120.000 ton. Ditambah lagi, dalam waktu dekat ini, Indonesia akan memasuki musim panen yang diprediksi mampu memproduksi hingga 30.000 ton bawang putih. Sehingga, Syahrul optimistis stok bawang putih RI akan tetap aman sampai 3 bulan mendatang.

"Kalau dari data yang ada pada kami adalah 120.000 ton masih ada di tangan importir yang ada, kemudian kita akan panen pada bulan Maret sampai April itu kira-kira 30.000 ton, penggunaan perbulan adalah 47.000 ton lebih, kalau begitu daya tahan kita bisa sampai 3 bulan ke depan masih cukup," paparnya.

Lebih lanjut, Syahrul menjelaskan lonjakan harga ini terjadi bukan karena ketersediaan komoditas pangan itu yang terus mengalami penurunan akan tetapi karena adanya kepanikan di pasar yang membuat penjual bawang menimbun bawang putih agar tidak kehabisan saat impor benar-benar dihentikan.

"Ini menurut saya adalah panic buying, ada kepanikan publik, distributornya juga mengurangi penjatahannya ke pasar, karena dia takut besok karena corona tidak ada lagi impor yang bisa masuk, publik juga seperti itu, takut kehilangan bawang putih, sehingga membeli lebih cepat," tambahnya.

Mengantisipasi lonjakan harga komoditas pangan itu, Syahrul mengaku telah mengeluarkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) pada Januari 2020 lalu demi membuka alternatif pasar impor bawang putih dari negara lain selain China.

"Tapi karena desakan yang ada, kita mengeluarkan RIPH, ini sudah keluar, mudah-mudahan ini bisa jadi langkah yang mungkin bisa mengurangi lonjakan harga itu," pungkasnya.



Simak Video "Target 100 Hari Kerja Mentan Syahrul: Seragamkan Data Pertanian"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com