Deretan Menteri Terbaik Jokowi: Prabowo, Sri Mulyani, Erick Thohir

Anis - detikFinance
Selasa, 18 Feb 2020 07:45 WIB
Ilustrasi dan Profil Sri Mulyani
Foto: Profil Sri Mulyani (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)

Prabowo dan Sri Mulyani 'Berebut' Jadi Menteri Terbaik Jokowi
Sebuah temuan menarik tergambar dari hasil survei yang dilakukan lembaga Indo Barometer. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawatibersaing jadi menteri terbaik Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam hasil survei yang diterima detikcom, Senin (17/2/2020), Prabowo berada di posisi pertama dalam kategori 'menteri yang kinerjanya bagus' dengan persentase 26,8%. Prabowo mengungguli Sri Mulyani yang berada di posisi kedua dengan persentase 13,9%.

Terdapat beberapa alasan publik menyebut kinerja menteri dikatakan bagus, yakni kerja nyata (19,5%), orangnya tegas (18%), sudah berpengalaman (16%), cocok sesuai dengan keahliannya (8,7%), dan orangnya berani (8,6%). Dari penilaian tersebut, Sri Mulyani kalah cukup jauh dari Prabowo.

Sejak sama-sama mengisi kursi menteri di kabinet terbaru Jokowi, keduanya menjadi sorotan lantaran Prabowo dan Sri Mulyani pernah 'ribut' soal utang yang semakin menumpuk. Berdasarkan catatan detikcom, pada (25/1/2019) Prabowo pernah menyebut jangan ada lagi Menteri Keuangan tapi diganti jadi Menteri Pencetak Utang.

"Kalau menurut saya, jangan disebut lagilah ada Menteri Keuangan, mungkin Menteri Pencetak Utang. Bangga untuk utang, yang suruh bayar orang lain," ujar Prabowo dikutip dari berita detikcom (25/1/2019).

Saat itu Sri Mulyani hanya membalas pernyataan tersebut melalui puisi yang ia unggah di akun Instagramnya.

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,

Kami menyelesaikan

Ribuan kilometer jalan raya, tol, jembatan untuk rakyat, untuk kesejahteraan

Kami menyelesaikan

Puluhan embung dan air bersih,

bagi jutaan saudara kita yang kekeringan

Puluhan ribu rumah, untuk mereka yang memerlukan tempat berteduh

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,

Kami bekerja menyediakan subsidi

Jutaan sambungan listrik untuk rakyat untuk menerangi kehidupan, hingga pelosok

Kami terus bekerja

Meringankan beban hidup 10 juta keluarga miskin

Menyediakan bantuan pangan 15 juta keluarga miskin

Menyekolahkan 20 Juta anak miskin untuk tetap dapat belajar menjadi pintar

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,

Kami bekerja siang malam

Menyediakan jaminan, agar 96.8 Juta rakyat terlindungi dan tetap sehat.

Merawat Ratusan ribu sekolah dan madrasah,

agar mampu memberi bekal ilmu dan taqwa,

bagi puluhan juta anak-anak kita untuk membangun masa depannya

Kami tak pernah berhenti, agar

472.000 mahasiswa menerima beasiswa untuk menjadi pemimpin masa depan

20.000 generasi muda dan dosen berkesempatan belajar di universitas terkemuka dunia untuk jadi pemimpin harapan bangsa.

Puluhan juta petani mendapat subsidi pupuk, benih dan alat pertanian,

170.400 hektar sawah beririgasi untuk petani

Jutaan usaha kecil mikro memiliki akses modal yang murah

Jutaan penumpang kereta dan kapal yang menikmati subsidi tiket

Jutaan keluarga menikmati bahan bakar murah

Jutaan pegawai negeri, guru, prajurit, polisi, dokter, bidan, dosen hingga peneliti mendapat gaji dan tunjangan untuk mengabdi negeri

Terus, Kami terus bekerja, agar

74.953 desa mampu membangun, membasmi kemiskinan. 8.212 kelurahan terbantu untuk melayani rakyat kebih baik

Triliunan rupiah tersedia

membantu saudara kita yang terkena bencana membangun kembali kehidupannya

Dan masih banyak lagi yang aku mau ceritakan padamu

Agar engkau TIDAK LUPA

Karena itu adalah cerita tentang kita MEMBANGUN INDONESIA

Aku tak ingin engkau lupa itu.

sama seperti aku tak ingin engkau lupa akan sejarah negeri kita.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4