Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 19 Feb 2020 11:25 WIB

Bulog Salurkan 400.000 Ton Beras Buat Olahan Tepung

Vadhia Lidyana - detikFinance
Gudang beras Bulog di Cirebon Foto: Herdi Alif Al Hikam/detikcom
Jakarta -

Pasokan beras di gudang Perum Bulog per hari ini sebanyak 1,7 juta ton. Untuk menyalurkan beras tersebut sebelum panen raya di bulan Maret-April, Bulog berencana menyalurkan 400.000 ton beras untuk memenuhi kebutuhan industri tepung.

Direktur Utama (Dirut) Bulog Budi Waseso (Buwas) mengatakan, hal ini sebelumnya sudah disampaikan oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita.

"Kemarin Menperin butuh sebulan 400.000 ton. Beras itu diolah jadi tepung untuk industri makanan," kata Buwas di kantornya, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Sebelum panen raya ini, pihaknya memang menargetkan penyaluran beras mencapai 1 juta ton agar nanti gudang Bulog bisa menampung hasil panen dalam negeri.


Nantinya, dari industri tersebut, beras dari tepung itu akan diolah lagi menjadi bihun dan sebagainya.

"Lalu diolah menjadi tepung. Karena permintaan untuk terigu, bihun, macam-macam banyak," terang Buwas.

Selain itu, Buwas juga menyinggung soal target penyerapan beras di panen raya. Ia mengatakan, pada awalnya Bulog membidik serapan 2,7 juta ton. Namun, melihat kapasitas gudang dan dana serapan, kemungkinan serapan beras di tahun 2020 ini hanya mencapai 1,7 juta ton untuk Bulog sendiri.

"Yang diinginkan 2,7 juta ton, tapi kan saya menghitung riil dengan kemampuan. Kalau ini tidak terserap, artinya tidak bisa keluarkan beras yang ada di kita, maka kita maksimal 1,7 juta ton. Tapi kalau bisa keluarkan beras kita yang 1,7 juta ton, kalau ke luar 1 juta ton, ya saya bisa serap di atas 2 juta ton," kata mantan Kepala BNN tersebut.



Simak Video "Beras Bulog Terancam Busuk, Buwas Akan Jadikan Ethanol"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com