Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 20 Feb 2020 11:46 WIB

Bahlil Minta Dana Khusus ke Sri Mulyani Buat Dinas Penanaman Modal

Trio Hamdani - detikFinance
Bahlil Lahadalia (Andhika Prasetia/detikcom) Foto: Bahlil Lahadalia (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia merayu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk memberikan dana alokasi khusus (DAK) kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Bahlil menjelaskan selama ini DPMPTSP merasa seperti dianaktirikan karena suku dinas lainnya mendapatkan DAK. DAK adalah alokasi dari APBN kepada provinsi/kabupaten/kota tertentu yang tujuannya mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan pemerintahan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.

"Pertama mereka ini merasa seperti anak tiri di bangsa ini. Kenapa anak tiri? Dinas lain, departemen lain ada DAK-nya untuk kabupaten kota. DPMPTSP yang tugasnya berat, menyelesaikan investasi, mengurus izin, itu nggak pernah ada DAK-nya," katanya di Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Hal itu disampaikan oleh Bahlil saat menyampaikan laporan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi 2020 hari ini. Rakornas dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sri Mulyani. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, menurut Bahlil, tersipu malu mendengar curhatnya. Dia berharap ada kabar baik mengenai aspirasi yang dia sampaikan.

"Begitu saya menyampaikan tidak ada dana DAK-nya, Ibu Menkeu Sri Mulyani langsung ketawa tersipu-sipu di atas. Mudah-mudahan ada kabar baik untuk teman-teman (DPMPTSP)," tambahnya.



Simak Video "Investasi Terhambat, Kepala BKPM: Ada 'Hantunya'"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com