Daftar BUMN Sekarat yang Bakal Kena 'Snap' Erick Thohir

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 21 Feb 2020 12:33 WIB
erick thohir menteri bumn
Foto: Dok. detikcom
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir tengah mengklasifikasi BUMN, termasuk mengelompokkan perusahaan pelat merah dalam kategori dead-weight alias sekarat. Untuk BUMN sekarat ini, Erick berencana menutup atau menggabungkannya (merger).

Apa saja BUMN sekarat itu?

Dalam catatan detikcom, tercatat ada 9 BUMN yang 'sakit'. Sembilan BUMN ini menjadi pasien PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).

Sembilan perusahaan itu adalah PT Merpati Nusantara Airline (MNA), PT Survai Udara Penas, PT Industri Gelas, PT Kertas Kraft Aceh, PT Industri Sandang Nusantara, PT Kertas Leces, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, dan PT Industri Kapal Indonesia.

Direktur Konstruksi Bisnis dan Manajemen Aset Dikdik Permadi mengatakan dari sembilan perusahaan, satu perusahaan yakni PT Kertas Leces gagal diselamatkan. Perusahaan ini sudah dinyatakan pailit, dan kini sedang menunggu likuidasi aset.

"Pertama paling cepat Leces, bukan cepat lagi itu udah pailit tinggal lelang kurator untuk likuidasi asetnya. Nanti dibagikan ke kreditur," ucap Dikdik di Bandung, Kamis (14/11/2019).

Saat itu, Dikdik mengatakan, Merpati menunjukkan progres yang baik. Meski, investor belum masuk menyuntikan modal.

"Selanjutnya Merpati kita ini sudah optimalkan asetnya mereka, kami lakukan pendampingan untuk kerja sama kargo ke timur dengan 10 BUMN," ucap Dikdik.

Dikdik melanjutkan, PT Industri Gelas pun sudah lumayan maju progress penyehatannya. BUMN ini akan segera merambah industri fiberglass dengan bekerja sama dengan Perusahaan Gas Negara (PGN).

"Kalau terkait Iglas (Industri Gelas) kita sedang mulai kajian untuk coba melakukan support pembuatan pipa-pipa fiberglass. Saat ini kita kajian dengan PGN, mereka butuh pipa fiberglass. Nanti kita akan mulai dari situ, selama ini kan mereka setop operasi juga," ucap Dikdik.

Selanjutnya, Dikdik menuturkan, Industri Sandang Nusantara akan mengubah pola bisnisnya. Sebelumnya, perusahaan ini fokus ke industri hulu tekstil dengan pemintalan benang. Kini, bisnis akan berubah mengurus industri hilir garmen.

"ISN (Industri Sandang Nusantara) fokusnya nggak ke hulu lagi dia akan training untuk mengurusi industri garmen sekarang fokusnya. Mereka juga baru saja lelang aset di Bali, dari hasil itu bisa selesaikan kewajiban kepada kreditur, sisa asetnya ada sembilan pabrik pemintalan," ungkap Dikdik.

Usai rapat kerja dengan Komisi VI kemarin (20/2/2020), Erick menyebut, selain Industri Sandang Nusantara dan Kertas Kraft Aceh, BUMN yang tidak sehat ialah PT PANN. Perusahaan itu ialah PT PANN lantaran hanya memiliki 7 karyawan.

"Tadi kan salah satu yang disebutkan sama Komisi VI PANN pegawainya tujuh ada dua bisnis hotel, jadi dari hasil bisnis hotel itu bagi hasil dengan mitra, menjadi uang, itu dipakai buat kegiatan. Hal-hal seperti itu kan ke depan kita perbaiki apalagi nanti ada holding hotel nanti bisa digabungkan," katanya.

"Kita sedang menunggu keputusan Presiden dan Ibu Menkeu supaya BUMN bisa me-merger dan likuidasi," terangnya.

Mau 'Di-snap' Erick Thohir, Ini Daftar BUMN Sekarat


Simak Video "Tambah Lagi! Eks Timses Jokowi Masuk Jajaran Komisaris BUMN"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/dna)