Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 21 Feb 2020 17:20 WIB

Erick Thohir Butuh 3 Bulan Kaji Rencana 'Snap' BUMN Sekarat

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Erick Thohir mendatangi KPK. Foto: Nur Indah/detikcom
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Tohir tengah memetakan BUMN, termasuk BUMN yang masuk kategori dead weight alias sekarat. Untuk memetakan BUMN ini, Erick Thohir butuh waktu selama 3 bulan.

Nasib BUMN yang sekarat setidaknya ada dua, yakni digabung (merger) atau ditutup (likuidasi). Meski begitu, Erick menenkankan tak akan buru-buru mengambil keputusan.

Dia bilang, akan melihat model bisnis serta nilai tambah perusahaan tersebut.

"Maping-nya sudah mulai berjalan tapi nggak mau grasa-grusu. Tak sekadar merger, menutup kita mesti melihat bisnis model, value chain-nya, value creation-nya, 3 bulan tahu lah," katanya di Kementerian BUMN Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2020).

Dia melanjutkan, untuk mengeksekusi hal tersebut perlu payung hukum. Dia bilang, pihaknya hanya pengelola aset, bukan pemilik aset.

"3 bulan cukup, sejak peraturan keluar. Dalam bentuk apa kita tunggu nanti Perpres atau Permenkeu, urusan bos-bos di atas. Kita kan pengelola aset bukan pemilik aset," sambungnya.

Erick Thohir Butuh 3 Bulan Kaji Rencana 'Snap' BUMN Sekarat



Simak Video "Erick Thohir: BUMN Akan Produksi 6 Juta Masker"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com