Siap-siap! Aksi Erick Thohir Rombak Bos BUMN Masih Lanjut

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Sabtu, 22 Feb 2020 07:30 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir bahas kasus Asuransi Jiwasraya bersama Komisi VI DPR. Erick buka-bukaan soal penyelesaian sengkarut PT Asuransi Jiwasraya (Persero).
Menteri BUMN Erick Thohir/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir memastikan perombakan direksi dan komisaris BUMN masih berlanjut hingga akhir tahun. Perombakan bos pelat merah itu karena habis masa tugas, serta jika ada bos perusahaan pelat merah tak sejalan dengan strategi kementerian.

"Sudah pasti perubahan direksi komisaris sampai akhir tahun pasti ada, kan ada yang habis. Ada yang memang tidak sesuai dengan strategi kan bisa. Jadi tetap ada," katanya di Kementerian BUMN Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2020).

Oleh karena itu, Erick memberi ultimatum supaya direksi dan komisaris bekerja dengan benar. Lantaran, pihaknya memberikan penilaian.

"Makanya mohon direksi komisaris kerja aja yang benar nanti kan dinilai," ungkapnya.

Selanjutnya, Erick memastikan tokoh-tokoh yang dipilih telah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Termasuk, saat dirinya memilih orang partai masuk jajaran komisaris.


Sebagaimana diketahui, Arif Budimanta yang merupakan politisi PDI Perjuangan kini menjabat sebagai Komisaris PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

"Masalah figur yang masuk di jajaran komisaris saya rasa semua ada alasan dan background yang dipastikan tidak menyalahi peraturan," terangnya.

"Kalau ada figur misal Arif Budimanta dia kan nggak masuk DPP, sekarang kerja juga bantu kita. Yang nggak boleh kan kalau menjabat DPP di partai," sambungnya.

Bagaimana soal Wakil Menteri (wamen) rangkap jabatan komisaris? Klik halaman selanjutnya



Erick Thohir memberi penjelasan soal Wakil Menteri (Wamen) BUMN rangkap jabatan komisaris. Sebagaimana diketahui, Wamen Kartika Wirjoatmodjo menjadi komisaris utama di PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dan Budi Gunadi Sadikin menjabat wakil komisaris utama PT Pertamina (Persero).

Erick menjelaskan perwakilan pemerintah dalam jajaran komisaris perusahaan BUMN bukan kebijakan baru. Selain itu, Kementerian BUMN juga pasti memasukkan komisaris independen untuk mewakilkan publik.

"Sama kenapa pak Tiko (Kartika Wirjoatmodjo) saya ganti ke BRI, setelah di pikir-pikir pak Tiko kan pernah di Mandiri ada bagusnya pak Tiko lebih baik ke BRI yang bidangnya beda dan lebih mikro, yang didiskusikan bagaimana BRI bersinergi dengan PNM dan UKM pembiayaan lainnya agar lebih efisien," kata Erick.


Dia mengungkapkan, hal ini juga terkait dengan pemilihan Budi Gunadi Sadikin ke Pertamina karena memiliki cakupan yang luas dari minyak sampai gas.

"Sama juga kenapa kita perlu pak Budi di Pertamina, karena Pertamina sudah ada minyak dan gas juga ada," imbuh dia.



Simak Video "Bulog Tak Masuk Holding Pangan BUMN, Erick: Fokus Jadi Pengendali Harga"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/hns)