Gandeng Australia, KKP Genjot Produktivitas Rumput Laut Nasional

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Sabtu, 22 Feb 2020 12:13 WIB
KKP
Foto: Dok. KKP
Jakarta -

Pemerintah Indonesia menggandeng Pemerintah Australia untuk genjot produktivitas rumput laut dalam negeri, dan menciptakan sistem pasar bagi seluruh aktor industri rumput laut yang terlibat.

Kolaborasi ini diformalisasikan melalui penandatanganan komitmen kerja sama program 'Improving Seaweed Seedling Production and Provision' antara DJPB KKP, PRISMA, dan Yayasan Kalimajari yang dilakukan pada tanggal 21 Februari 2020 di Kantor KKP, Jakarta kemarin.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto menyatakan KKP telah menyiapkan strategi percepatan peningkatan produksi rumput laut menginduk kepada peta jalan industrialisasi rumput laut nasional hingga 5 (lima) tahun mendatang. Salah satu misi KKP ialah menyediakan bibit rumput laut bermutu dari hasil kultur jaringan dan kebun bibit nonkultur jaringan.

"Dalam upaya untuk mendukung misi tersebut, pada tahun 2020 KKP telah menyiapkan bantuan berupa bibit rumput laut sebanyak 200 ton, dan bantuan kebun bibit rumput laut sebanyak 80 paket yang disalurkan melalui 5 Unit Pelaksana Teknis lingkup DJPB di Lampung, Situbondo, Aymbon, Takalar dan Lombok," ujar Slamet dalam keterangannya, Sabtu (22/2/2020).

Slamet menambahkan selain itu, dalam upaya mendukung peningkatan nilai ekonomi yang dihasilkan dari budidaya rumput laut, KKP akan memprioritaskan kemudahan investasi hilirisasi rumput laut guna menggenjot nilai ekonomi yang lebih besar.

"Pengembangan klaster-klaster rumput laut di sentral-sentral produksi juga dilakukan untuk menghadirkan konektivitas yang efisien dari hulu hingga hilir (industri pengolahan) yang akan langsung berdampak pada peningkatan nilai tambah," terangnya.

Dia melanjutkan peningkatan nilai tambah devisa ekspor dengan menggenjot ekspor dalam bentuk setengah jadi seperti Semi Refine Carrageenan (SRC) dan Refine Carrageenan (RC) sangat mungkin dilakukan dengan KKP dengan melakukan pembinaan teknis pascapanen dan pengolahan untuk pembudidaya, pengolah, dan pemasar rumput laut di sentra utama kawasan pengembangan budidaya.

"Dengan melakukan langkah-langkah strategis tersebut, diharapkan industri rumput laut Indonesia mampu menjadi sektor unggulan yang menghasilkan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan, menyediakan lapangan kerja dalam jumlah signifikan, dengan tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat," jelasnya.

Senada dengan Slamet, Minister Councellor of Department of Foreign Affairs and Trade, Government of Australia, Robert Brink menyatakan kerja sama bidang kelautan antara Australia dan Indonesia merupakan kerja sama strategis untuk mencapai manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"Kemitraan peningkatan produksi dan penyediaan benih rumput laut ini adalah contoh yang baik terkait banyaknya pemangku kepentingan yang bersatu untuk menciptakan sistem pasar yang lebih baik. Kami berharap PRISMA dapat membantu KKP untuk mempromosikan lingkungan bisnis dan Iklim investasi yang lebih baik di masyarakat," ungkapnya.

Sementara itu CEO PRISMA, Goetz Ebbecke menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dengan sektor swasta untuk meningkatkan kesejahteraan pembudidaya rumput laut, khususnya di daerah terpencil.

"PRISMA siap untuk bekerja bersama dengan KKP dan swasta untuk menciptakan iklim budidaya rumput laut yang lebih efisien serta memiliki pasar yang baik," pungkas Ebbecke.

(prf/ega)