Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 24 Feb 2020 12:33 WIB

RI Jadi Negara Maju, Airlangga: Kita Bangga!

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: (Rusman-Biro Pers Setpres)
Jakarta -

Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) mencoret Indonesia dari daftar negara berkembang. Kemudian, Indonesia dimasukan dalam kategori negara maju dalam perdagangan internasional.

Selain Indonesia, ada China, Brasil, India, dan Afrika Selatan yang 'naik level' jadi negara maju.

Apa kata pemerintah?

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menganggap itu sebagai hal yang membanggakan. Apalagi, Indonesia masuk dalam kelompok negara G20.

"Justru kita berbangga, kita kan G20, kita sekarang ekonomi 15-16. Dan kita purchasing power parity kita nomor 7. Masa dianggap berkembang?" kata Airlanga di BPPT, Jakarta Pusat, Senin (24/2/2020).

"Kita kadang-kadang sudah maju tapi nggak mau maju," katanya.

Meski demikian, masuknya Indonesia dalam kategori negara maju bukan tanpa risiko. Lantaran, dengan masuk negara maju ada 'ancaman' defisit neraca perdagangan yang makin dalam. Itu bisa terjadi karena Negara Paman Sam itu akan mencabut fasilitas Generalize System of Preference (GSP) atau keringanan bea masuk impor barang ke AS yang selama ini diberikan untuk negara berkembang.

"Dampaknya yang jelas ya GSP ini kan memang setelah Indonesia dikeluarkan dari list negara berkembang, langkah berikutnya pastinya evaluasi terhadap fasilitas GSP," kata Ekonom Institute for Development of Economics & Finance (INDEF) Bhima Yudhistira kepada detikcom, Senin (24/2/2020).



Simak Video "AS Coret RI dari Daftar Negara Berkembang, Airlangga: Kita Bangga!"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com