Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 24 Feb 2020 13:02 WIB

Gara-gara Virus Corona, Ekonomi RI Bisa Turun 0,3%

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

Pembangunan gedung bertingkat di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (30/04/2015). Chief Economist BRI Anggito Abimanyu mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-2015 diperkirakan akan melambat hanya di level 4,9 persen sampai 5 persen atau terendah dalam lima tahun terakhir. Grandyos Zafna/detikcom Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Ekonomi dunia dihadapkan ketidakpastian karena perdagangan global yang belum membaik. Hal itu diperparah dengan adanya virus corona yang membuat perekonomian dunia lesu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, virus corona bisa membuat ekonomi China terkoreksi 2%. Sementara, Indonesia bakal terkoreksi 0,3%.

"Dan kita melihat adanya virus pertumbuhan ekonomi terkoreksi, China bisa terkoreksi 2%, Indonesia bisa terkoreksi 0,3%. Beberapa negara yang menggantungkan ke ekspor terkoreksi lebih dalam lagi," katanya di BPPT, Jakarta Pusat, Senin (24/2/2020).

Saat dikonfirmasi, Airlangga menyebut koreksi 0,3% merupakan angka konsensus dari berbagai perhitungan.

"Nanti kita lihat Februari dan Maret. Itu konsensus dari berbagai perhitungan," tambahnya.

Airlangga menjelaskan, virus corona telah membuat berbagai negara menutup perbatasannya. Kemudian, masa karantina penanganan corona juga diperpanjang dari sebelumnya 14 hari.

"Sebagian negara sudah menutup perbatasannya untuk mencegah penyebaran dari pada virus dan di awal karantina 14 hari namun kelihatannya beberapa negara memperpanjang karantina. Dan ini diharapkan di akhir Februari ini kita bisa melihat apa yg sebetulnya bisa dilakukan untuk antisipasi virus ini," jelasnya.



Simak Video "Kasus WNI Positif Corona Kini Mencapai 309"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com