Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 24 Feb 2020 13:04 WIB

5 Industri di RI Bakal Terapkan Ekonomi Sirkular

Hendra Kusuma - detikFinance
Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal-I 2018 tumbuh 5,2%. Pertumbuhan itu didukung dengan capaian penerimaan pajak maupun nonpajak. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) dapat dukungan dari pemerintah Denmark dan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) untuk menjalankan strategi ekonomi sirkular.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan pemerintah akan menerapkan ekonomi sirkular di lima industri yang berpotensi besar.

"Proyek ini akan diterapkan dalam lima industri yaitu makanan, elektronik, konstruksi, plastik, Pelajaran dari Belanda, bahwa sirkular ekonomi, membawa perubahan pada pertumbuhan ekonomi, dan keuntungan bagi masyarakat," kata Suharso di Hotek Mandarin, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Ekonomi sirkular adalah sebuah alternatif untuk ekonomi linier tradisional (buat, gunakan, buang) di mana menjaga agar sumber daya dapat dipakai selama mungkin, menggali nilai maksimum dari penggunaan, kemudian memulihkan dan meregenerasi produk dan bahan pada setiap akhir umur layanan. Simpelnya, ekonomi sirkular didasarkan pada prinsip pemanfaatan kembali untuk memaksimalkan nilai ekonomi dari barang-barang sisa konsumsi.

Menurut Suharso, penerapan ekonomi sirkular juga sudah masuk dalam RPJMN periode 2020-2024. Pemerintah mencantumkan dalam strategi pengembangan ekonomi rendah karbon. Dalam RPJMN, Suharso bilang pengembangan ekonomi rendah karbon bagus dalam meningkatkan ketahanan dalam bencana dan perubahan iklim.

"Melalui penerapan ini, kita berharap bisa mencapai target pertumbuhan dengan menjaga emisi tetap rendah dan meminimalisir eksploitasi sumberdaya alam," jelasnya.

Lebih lanjut Suharso mengungkapkan, ekonomi sirkular ini juga akan mengembangkan industri daur ulang di tanah air. Sebab, strategi ekonomi sirkular adalah reducing, reusing, dan recycling setiap produk yang dihasilkannya.

"Diproyeksikan implementasi sirkulasi ekonomi dapat memperpanjang masa penggunaan produk dan membawa keuntungan yang berkelanjutan melalui investasi dalam pengembangan proses bisnis berkelanjutan," jelasnya.

Suharso pun mendukung langkah pemerintah Denmark dan UNDP yang ingin mensosialisasikan ekonomi sirkular kepada dunia usaha di tanah air. Bahkan, dikatakan Suharso penerapan ekonomi sirkular mampu menjadi alternatif dalam mendongkrak perekonomian nasional.

"Indonesia mengadopsi konsep sirkular ekonomi dalam strategi pengembangan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sambil mempromosikan keberlanjutan lingkungan, Implementasi konsep sirkular ekonomi menjamin bahwa semua produk digunakan secara maksimal," ungkap dia.

5 Industri di RI Bakal Terapkan Ekonomi Sirkular


Simak Video "Saat Jokowi Lihat-lihat Penerapan Flexi Work Bappenas"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com