Mau Sukses Seperti Kopi Kenangan? Ini Resep dari CEO-nya

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikFinance
Senin, 24 Feb 2020 16:12 WIB
CEO & Co-founder Kopi Kenangan Edward Tirtanata
Foto: Reyhan Diandri Ghivarianto/detikcom
Jakarta -

Mengembangkan bisnis minuman saat ini sudah cukup mudah dilakukan, apalagi ada banyak aplikasi pengantaran online yang bermunculan untuk memberikan akses untuk memperluas pemasaran. Salah satu yang sukses di bisnis ini adalah Kopi Kenangan.

CEO & CO-Founder Kopi Kenangan Edward Tirtanata pun membagikan beberapa tips dalam membangun bisnis. Menurutnya, untuk memulai sebuah bisnis seseorang harus tahu lokasi pembeli. Setelah itu barulah bisa menentukan lokasi tersebut sebagai tempat yang strategis sebagai membuka tempat usaha.

"Kita harus tahu pembeli kita ada di mana, kita bisa bekerja sama dengan food delivery yang memiliki data customer terbanyak produk kita, sehingga nanti bisa dibangun lokasi awal untuk bisnis kita. Tidak harus besar tetapi cukup lah luasnya seperti ruko," ujar Edward saat peluncuran Digitarasa di Menara Digitaraya, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Edward mengatakan, dengan kolaborasi lebih dalam bersama food delivery seperti GoFood, bisa meningkatkan total omzet. Keefektifan menggunakan food delivery juga bisa dicoba oleh perusahaan yang ingin berkembang atau scale up.

"Tentunya efektif banget, karena kita bisa lihat growth bisnis dari food delivery 2019 saja 51%, expected key growth-nya sendiri untuk 5 tahun ke depan 29%. Jadi lewat skema food delivery ini, merupakan suatu keharusan yang harus dimiliki oleh perusahaan untuk scale up," ujar Edward.

"Kebanyakan brand Food and Beverage omzetnya itu 30-40% berasal dari food delivery. Artinya kalau kita miss dalam hal food delivery, kita akan kehilangan potensial buyer kita dengan omzet sebesar 30% tadi," imbuh Edward.

Edward menegaskan, pentingnya membuat brand awareness dari awal. Karena dengan brand awareness sebuah usaha bisa mendapatkan potensi-potensi bisnis yang nantinya membuat usaha kuliner menjadi berkembang.

"Awalnya Kopi Kenangan buka di mall untuk menunjukkan brand, kemudian kami melakukan inisiasi-inisiasi marketing lain. Contohnya seperti saat ini kita di Nielsen Research menjadi nomor 2 Top of Mind Awareness untuk brand kopi, sehingga jika orang memikirkan kopi dan mencarinya maka akan terpikir Kopi Kenangan," jelas Edward.

Selain itu Edward berkata, jika sosial media bisa menjadi salah satu cara yang efektif untuk marketing. Namun saat ini dibutuhkan effort yang lebih jika ingin sukses di dalam sosmed.

"Sosial media itu efektif sekali untuk marketing, namun saat ini sudah agak sulit karena banyak kompetitor. Jadi tantangannya saat ini untuk marketing lewat sosial media adalah bagaimana kita bisa stands out dari para kompetitor kita," ujar Edward.

Sementara dari segi permodalan, kata Edward, dana dari luar seperti venture capitalist (VC) dapat mengakselerasi perkembangan bisnis. Ia mengungkap kalau para VC selalu meng-invest sesuatu yang memiliki growth dengan cepat di market yang besar, namun diperlukan juga modal awal sebagai komitmen dari kantong masing-masing.

"Kopi Kenangan dapat membuat VC tertarik karena kita bisa scale up dengan cepat hal itu membuat kami bisa menarik para investor. Namun dulu Kopi Kenangan diawali dengan modal sebesar Rp 150 juta itu pun dari kantong teman-teman founder untuk membuka toko pertama," pungkas Edward.

Mau Sukses Seperti Kopi Kenangan? Ini Resep dari CEO-nya
(prf/ara)