Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 25 Feb 2020 05:48 WIB

Hangatnya Hubungan RI-Malaysia Saat Dipimpin Mahathir

Danang Sugianto - detikFinance
Mahathir Mohamad (thestar.com.my) Mahathir Mohamad. Foto: thestar.com.my
Jakarta -

Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad memutuskan untuk mengundurkan diri. Keputusannya itu telah dia tuangkan dalam surat yang ditujukan kepada Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah kemarin.

Belum jelas alasan pria berusia 94 tahun itu ingin meninggalkan jabatannya. Berbagai spekulasi liar muncul.

Sebab sebelum Mahathir mengirim surat pengunduran diri, Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) yang menaunginya memutuskan keluar dari koalisi pemerintah Pakatan Harapan (PH) yang berkuasa.

Rencana keluarnya PPBM dari koalisi PH itu memicu spekulasi bahwa partai yang menaungi Mahathir itu akan bergabung dengan mantan musuhnya untuk membentuk pemerintahan baru dan menghalangi Anwar Ibrahim untuk menempati kursi PM Malaysia.


Diketahui bahwa PPBM membentuk koalisi bersama Partai Keadilan Rakyat (PKR) yang dipimpin Anwar, juga dengan Partai Tindakan Demokratis (DAP) dan Partai Amanah dalam pemilu 2018 untuk melengserkan koalisi Barisan Nasional yang dipimpin UMNO, yang saat itu diketuai eks PM Najib Razak.

Di luar spekulasi politik itu, ada beberapa fakta yang menarik dari sosok Mahathir saat masih menjadi PM Malaysia. Selain itu ada juga hubungan antara RI dengan Malaysia yang terjalin saat dia menjabat.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4


Simak Video "Raja Setuju PM Mahathir Mohamad Mundur"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com