BUMN Pembiayaan Kapal Ini Menggantungkan Hidup dari Bisnis Hotel

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 25 Feb 2020 15:48 WIB
pt pann
Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikcom
Jakarta -

Salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT PANN (Persero) disebut-sebut memiliki usaha yang tak sesuai dengan core bisnis. PANN yang seharusnya bergerak dalam membiayai kapal, saat ini disebut memiliki usaha di bidang perhotelan.

Bagaimana sebenarnya?

Direktur Utama PT PANN Herry S Soewandy mengungkapkan, hotel tersebut sebenarnya masuk dalam bisnis PANN setelah menjadi multifinance pada 1994. Saat itu pembiayaan hotel masuk dalam kategori pembiayaan lain.

"Dari dokumen yang ada, saat itu ada pengusaha hotel yang minta pembiayaan berbentuk sales and leaseback, saya contohkan hotel di Bandung, namanya Garden Permata Hotel, itu milik salah satu keluarga kaya. Mereka kelola secara syariah," ujar dia kepada detikcom, akhir pekan lalu.

Dia menjelaskan pengusaha tersebut membutuhkan pembiayaan untuk sisi kiri dan sisi belakang hotel. Dengan cara menjaminkan hotel tersebut ke PANN. Jadi ketika angsuran sudah selesai, hotel tersebut di-takeover lagi ke pengusaha tersebut.

"Jadi kami berikan pembiayaan ke hotel tersebut, waktu itu US$ 12 juta, kursnya masih Rp 6.000 atau sekitar Rp 82 miliar tahun 1996. Sekarang itu nilainya Rp 400 miliar, jadi kalau dijual ya bisa untung," jelas dia.

Herry menambahkan, hotel tersebut didapatkan karena sebagai jaminan. Saat pengusaha gagal membayar angsuran, hotel tersebut ditarik dan disita untuk PT PANN.


"Banyak orang bilang, PANN punya bisnis usaha hotel, padahal tidak begitu. Itu barang dagangan, barang sitaan, barang tarikan yang memang masih operasional dan itu harus dijual untuk mengembalikan pembiayaan yang digunakan waktu dulu," imbuh dia.

Menurut Herry hal ini berbeda dengan perusahaan yang sengaja berinvestasi untuk membangun hotel. Saat ini hotel tersebut masih berjalan dan menghasilkan sedikit keuntungan.

Saat ini ada tiga hotel hasil sitaan yang dimiliki PT PANN yakni Bandung Garden Permata Hotel, Grand Surabaya, dan Hotel Nagoya di Batam.



Simak Video "Selain Rangkap Jabatan, ICW Juga Soroti Jumlah Komisaris di BUMN"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/ang)