Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 26 Feb 2020 20:11 WIB

Terbitkan Resi Pertama, SRG Konawe Bantu Ketahanan Pangan Nasional

Nurcholis Maarif - detikFinance
Kemendag Foto: Dok Kemendag
Jakarta -

Gudang sistem resi gudang (SRG) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, akhirnya mengeluarkan resi pertamanya. Penerbitan resi pertama gudang SRG tersebut ialah untuk komoditas gabah sebanyak 14 ton dengan pembiayaan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Konawe sebesar Rp 42 juta rupiah.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti menyatakan, implementasi pelaksanaan SRG di gudang SRG Konawe dapat berkontribusi dalam penguatan ketahanan pangan, stabilisasi harga, dan penguatan ekspor.

"Pemerintah perlu serius menangani komoditas pangan yang merupakan salah satu pilar strategis dalam struktur perekonomian Indonesia. Hal ini mengingatnya banyaknya dinamika yang harus dihadapi pelaku usaha di sektor perdagangan komoditas. SRG sebagai salah satu inovasi untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut dan merupakan komitmen pemerintah guna memberdayakan petani maupun UKM," ujar Tjahya dalam keterangannya, Rabu (26/2/2020).

Tjahya menjelaskan, berbagai dinamika dan tantangan bagi pelaku usaha komoditas antara lain keterbatasan modal usaha, keterbatasan kepemilikan aset sebagai agunan, kualitas dan kontinuitas hasil produksi yang kurang terjamin dan fluktuasi harga pasar, serta panjangnya mata rantai perdagangan yang menyebabkan inefisiensi pemasaran komoditas.

Lebih lanjut Tjahya mengatakan, SRG pada dasarnya merupakan instrumen yang mendukung aktivitas perdagangan sekaligus sebagai instrumen pembiayaan dengan jaminan komoditas. SRG mampu menjaga harga tidak jatuh atau stabil, memutus rantai pasok pedagang yang panjang, dan menjadikan pemenuhan standar mutu menjadi suatu kebutuhan.

Melalui SRG, pemenuhan komoditas pangan yang berkualitas dengan harga yang terjangkau di tingkat masyarakat dan keuntungan di tingkat petani dapat terwujud. Selain itu, kelebihan pasokan atas hasil panen dan defisit komoditas dapat dikelola dengan baik.

"Dengan adanya Sistem Informasi pada SRG, ketersediaan data dan sebaran stok cadangan komoditas menjadi akurat dan tidak diragukan validitasnya. Melalui Sistem Informasi SRG, pemerintah dapat mengambil kebijakan yang tepat terkait dengan penyebaran dan penyediaan bahan pangan di daerah-daerah dalam menciptakan kedaulatan pangan nasional," lanjut Tjahya.

Sementara itu, Sekretaris Bappebti Nusa Eka menambahkan, Bappebti mengapresiasi seluruh pihak yang secara bersama-sama dan bersinergi mendukung pelaksanaan terwujudnya implementasi SRG di Kabupaten Konawe.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak di Kabupaten Konawe dan kami mengharapkan SRG dapat menjadi instrumen yang efektif di dalam mengatasi fluktuasi harga komoditas pangan dan memberikan akses pembiayaan kepada para petani di daerah sentra produksi," ujar Nusa Eka.

Sebagai informasi, Gudang SRG Pemerintah Konawe dibangun pada September 2015 dan belum beroperasi hingga 2019. Pada Desember 2019, PT Diwan Agro Nusantara mengajukan permohonan persetujuan sebagai Pengelola Gudang SRG di Kabupaten Konawe.

Setelah melengkapi semua persyaratan, pada 29 Januari 2020, permohonan tersebut mendapatkan persetujuan dari Bappebti. Sebagai Pengelola Gudang, PT Diwan Agro Nusantara diharapkan bisa menjaga integritas dan mampu mengimplementasikan SRG secara berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi kepada profit, tetapi juga berorientasi pada kesejahteraan petani dan pelaku usaha.



Simak Video "Penuhi Kebutuhan Masyarakat, Kemendag Impor 550 Ribu Ton Gula"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com