Garuda Buka-bukaan soal Utang hingga Isu 'Gundik'

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 28 Feb 2020 10:02 WIB
Ilustrasi Garuda Indonesia
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra mengakui, beberapa pinjaman akan jatuh tempo. Irfan tak menyebut besarannya, tapi ia memastikan utang tak mengganggu operasi perusahaan.

"Betul, memang kita menghadapi situasi keuangan di mana beberapa pinjaman jatuh tempo. Tapi kita kerja keras memastikan tidak mempengaruhi operasi," katanya di Kantor Garuda Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Irfan juga akan berkoordinasi dengan semua pihak untuk menyelesaikan utang-utang Garuda Indonesia.

"Tapi gini kita tetap optimistis, lagi diskusi dengan banyak pihak, melakukan bridging, dan didukung juga oleh temen-temen dari kementerian, soal utang ini, restructure lah," katanya.

"Kita semua orang punya credential, capability, untuk melakukan ini. Saya punya keyakinan Pak Fuad, Direktur Keuangan kami, punya kemampuan yang sangat menakjubkan dalam mengelola itu. Yang penting, Anda lihat masih terbang nggak? Kalau terbang berarti persoalan utang berarti diselesaikan dalam ruangan tutup," paparnya.

Sementara Komisaris Independen Garuda Indonesia Yenny Wahid meminta direksi untuk menyelesaikan persoalan utang. Yenny juga melarang direksi menerbitkan utang baru.

"Kita dorong agar direksi melakukan upaya-upaya restrukturisasi utang tanpa menerbitkan utang baru. Jadi harus kreatif, itu guideline kita," katanya.

"Tidak boleh menerbitkan utang baru, tapi restrukturisasi refinancing silakan aja," ujarnya.

Garuda Buka-bukaan soal Utang hingga Isu 'Gundik'

Selanjutnya
Halaman
1 2