Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 28 Feb 2020 17:59 WIB

Motor Dibutuhkan Ojol untuk Cari Nafkah, Tetap Mau Dibatasi?

Anisa Indraini - detikFinance
Massa driver ojek online (ojol) berdemo di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (28/2/2020). Mereka meminta Wakil Ketua Komisi V Nurhayati Monoarfa mundur. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Driver ojek online (ojol) berdemo di depan gedung DPR RI. Hal ini karena perkataan Komisi V DPR RI Nurhayati Monoarfa yang mengusulkan agar kendaraan roda dua dibatasi.

Mengenai hal itu, Pengamat Transportasi Djoko Setjowarno menilai driver ojol merasa terancam keberadaannya dengan usulan tersebut.

"Ini motor (ojol) masuk ke tengah kota karena orang bayar. Jadi karena takut dibatasi makanya ojol protes," kata Djoko kepada detikcom, Jumat (28/2/2020).

Djoko menjelaskan, jika penggunaan motor dilarang akan menimbulkan demo besar-besaran karena banyak orang yang tertolong dengan keberadaannya. Selain biaya bensin yang murah, motor sudah menjadi tempat mencari nafkah bagi para driver ojol.

"Kalau motor dilarang pasti akan menimbulkan demo karena banyak orang yang kemampuannya hanya punya motor dan motor itulah satu-satunya yang menolong hidupnya. Motor itu yang membuat biaya transportasinya lebih murah karena motor bensinnya murah. Motor pun sekarang sudah menjadi alat ekonomi untuk cari nafkah," sebutnya.

Meski begitu, Djoko tak menampik jika pembatasan motor memang harus dilakukan. Namun ia mengusulkan agar pembatasan hanya dilakukan di lokasi-lokasi tertentu sehingga tak ada yang merasa dirugikan.

"Jenis pembatasan motor bisa saja, tapi jenis pembatasannya harus jelas, harus berkeadilan, jangan buat yang kismin (miskin) semakin tersiksa. Ada syarat-syaratnya, pokoknya tentukan syarat-syaratnya supaya orang merasa tidak dizolimi," katanya.

Motor Dibutuhkan Ojol untuk Cari Nafkah, Tetap Mau Dibatasi?


Simak Video "Tarif Ojol Naik, YLKI Minta Penumpang Diberikan Masker"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com