Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 28 Feb 2020 18:34 WIB

Jadi Ketua Dewan ICO, RI Tekad Selesaikan Krisis Harga Kopi Global

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikFinance
Hari kopi internasional di Jakarta, Kamis (01/10/2015). Pada hari ini (01/10), seluruh masyarakat di dunia merayakan hari kopi sedunia. Indonesia juga merupakan negara di yang menghasilkan biji kopi terbaik di dunia. Grandyos Zafna/detikcom Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo terpilih sebagai Ketua Dewan Organisasi Kopi Internasional atau International Coffee Organization (ICO) periode 2019-2020. Ia mengutarakan pentingnya ICO bagi Indonesia dan relevansi dari ICO untuk mengatasi rendahnya harga kopi yang saat ini melanda.

"ICO penting bagi Indonesia dan dalam pertemuan dewan yang akan dilaksanakan dua kali pada tahun ini, kami ingin memastikan relevansi ICO dalam mengatasi rendahnya harga dan keberlanjutan kopi untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi produsen (petani) dan konsumen kopi global," ujar Iman, dalam keterangan tertulis, Jumat (28/2/2020).

Dalam kunjungannya ke Kantor Pusat Organisasi Kopi Internasional, London, Inggris pada 22-24 Februari 2020 itu, Iman bertemu langsung dengan Direktur Eksekutif ICO Jose Sette.

Dalam kesempatan itu, ia membahas agenda Pertemuan Dewan Kopi Internasional ke-126 yang akan dilaksanakan pada 27 April-1 Mei 2020 di London Jose pun mengapresiasi, mendukung, dan mengharapkan peran keketuaan Indonesia dalam ICO yang merupakan salah satu negara produsen kopi terbesar di dunia.

Selain itu, dalam rangka mengakomodasi isu-isu terkini kopi global, akan dibahas mengenai revisi International Coffee Agreement (yang akan habis masa berlakunya pada 2 Februari 2021) diantaranya untuk lebih mengoptimalkan peran dan kemitraan dengan sektor swasta.

Menurut Iman, krisis harga global yang terjadi selama beberapa tahun ini cukup menyulitkan bagi petani karena biaya produksi dari kopi yang cukup tinggi. Lanjutnya ia mengatakan jika perubahan iklim juga turut memperparah situasi tersebut.

"Sebagai Ketua Dewan, kami akan menegaskan bahwa kopi merupakan salah satu komoditas pertanian yang menggerakkan roda ekonomi berbagai negara di dunia termasuk Indonesia, melalui penciptaan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan. Hal ini sangat terkait dengan pencapaian Agenda Pembangunan Berkelanjutan yang harus ditopang secara berimbang oleh tiga pilar, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan," kata Iman.

Sementara itu, Direktur Perundingan APEC dan Organisasi Internasional Kementerian Perdagangan Antonius Yudi Triantoro, mengungkapkan ia akan menjadi salah satu Sherpa (wakil) dalam Gugus Tugas ICO yang terbentuk atas kolaborasi antara pemerintah dan swasta.

"Keanggotaan Indonesia di Gugus Tugas ICO untuk mewakili kawasan Asia dan Pasifik mencerminkan kepercayaan anggota ICO dari wilayah Asia terhadap peran dan kontribusi Indonesia bagi pengembangan sektor kopi dunia," jelas Yudi.

Misi Indonesia dalam Gugus Tugas tersebut adalah membantu ICO dalam mendorong kerja sama pemerintah dan swasta untuk menghasilkan solusi praktis yang berdampak langsung bagi kesejahteraan petani dan memastikan peningkatan produksi dan mutu serta nilai tambah kopi yang berkelanjutan.

Sebagai informasi, ICO merupakan organisasi kopi utama antar pemerintah global yang dibentuk pada 1963. Tujuan utama ICO adalah memperkuat sektor komoditas kopi secara global dan pengembangan berkelanjutan pada market-based environment untuk kemajuan seluruh negara anggota.

Sementara kewenangan tertinggi di ICO berada pada putusan dewan yang saat ini diketuai oleh Dirjen PPI Kementerian Perdagangan. Dirjen PPI juga melakukan sejumlah pertemuan lainnya yaitu dengan kaukus kawasan Asia ICO (di antaranya yaitu India, PNG, Vietnam, Filipina, Yaman) dan Duta Besar Brasil untuk Organisasi Multilateral dan Komoditas di London selaku Ketua Group Eksportir ICO untuk mendorong peran Asia dalam ICO.

Berdasarkan data perdagangan kopi periode 2008-2018, produksi kopi Indonesia tumbuh 17% dan konsumsinya tumbuh 248%, dengan rata-rata per kapita sebesar 1,54 kg per tahun. Oleh karena itu Indonesia merancang strategi untuk mendukung sektor pertanian kopi dalam negeri melalui keanggotaannya di ICO, dengan ikut terlibat dan mendorong upaya mengatasi rendahnya harga.

Jadi Ketua Dewan ICO, RI Tekad Selesaikan Krisis Harga Kopi Global


Simak Video "Penuhi Kebutuhan Masyarakat, Kemendag Impor 550 Ribu Ton Gula"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com