Pemeriksaan Corona di Bandara, Kemenhub: Kita Merasa Sudah Secure

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 02 Mar 2020 11:44 WIB
Pengawasan penumpang pesawat dari China melalui Bandara Soekarno-Hatta diperketat. Ini menyusul adanya virus Corona yang bermula dari Kota Wuhan, China.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Kementerian Perhubungan menilai pemeriksaan deteksi virus corona pada bandara internasional di Indonesia sudah sangat aman. Bandara sendiri menjadi gerbang pertama bagi negara untuk menahan virus corona.

"So far kita merasa sudah secure ya," ungkap Sekjen Kementerian Perhubungan Djoko Sasono, di sela acara Rakornis Ditjen Darat Kemenhub, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2020).

Dari pantauan detikcom beberapa waktu lalu, pengawasan dan pemeriksaan penumpang terkait virus corona di Bandara Internasional Soekarno Hatta dinilai sangat ala kadarnya.

Berdasarkan pantauan, usai mendarat di Terminal III Bandara Internasional Soekarno-Hatta, semua penumpang diminta mengisi formulir kesehatan berwarna kuning. Separuh diambil petugas, separuh lagi disimpan.

Formulir ini adalah penilaian pribadi, bukan penilaian medis. Petugas sibuk mengumpulkan formulir. Tampak ada dua petugas dengan termometer, namun pemeriksaan suhu tubuh seperti dilakukan secara acak saja. Tidak semua penumpang dicek suhu tubuhnya.

Berbeda dengan pantauan di Bandara Internasional Malpensa di Milan, Italia. Begitu turun dari pesawat, penumpang langsung diminta berbaris dalam dua lajur. Di ujungnya sudah ada dua petugas kesehatan dengan masker dan termometer yang ditempel kening penumpang.

Para petugas kesehatan lainnya dengan masker berjaga-jaga di sekitarnya. Semua penumpang, wajib dicek suhu tubuhnya. Petugas lain sudah standby untuk melakukan pemeriksaan, sepertinya untuk penumpang yang kedapatan dengan suhu tinggi. Mereka yang suhunya normal, dipersilakan lanjut ke bagian imigrasi untuk cap paspor.

Kembali ke Djoko, meski mengaku pengawasan sudah sangat aman, pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan Kementerian dan lembaga lainnya dalam pemantauan corona di Bandara.

"Kita nanti mengkordinasikan dengan pemantauan dari kementerian lembaga yang lain ya soal ini. Kita yakin bahwa sebagaimana WHO menginginkan Indonesia mampu melakukan langkah-langkah penanganan corona," kata Djoko.

Sementara itu menurutnya, pengawasan corona hanya dibutuhkan pada bandara internasional saja. Untuk bandara di daerah yang hanya melayani rute domestik tak perlu banyak dirisaukan.

"Ya kita kan fokuskan bahwa ini pada bandara internasional. Jadi daerah yang tidak layani rute internasional tidak ada hal yang perlu dirisaukan ya," ungkap Djoko.



Simak Video "Update Corona RI 7 Desember: Bertambah 261 Kasus, 420 Sembuh"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)