Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 02 Mar 2020 11:20 WIB

Diskon Tiket Pesawat 50% Ampuh Tepis Dampak Corona?

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Garuda Indonesia menyambut kedatangan armada baru boeing 777-300ER dengan livery Skyteam. Ini merupakan pesawat terakhir atau yang kesembilan yang dipesan oleh garuda sejak tahun 2013. Total armada Garuda Indonesia hingga kini memiliki empat armada dengan livery Skyteam yaitu boeing B777-300ER, Airbus A330-300, Boeing B737-800 NG dan Boombardier CRJ1000 NextGen. Rachman Haryanto/detikcom. Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Virus COVID-19 atau Corona memukul sektor penerbangan Tanah Air dengan menurunnya jumlah penumpang. Namun dengan ada pemberian insentif tarif yang dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) diharapkan dapat kembali mendorong aktivitas perjalanan menggunakan transportasi udara.

Ketua Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Denon Prawiraatmadja mengatakan wabah tersebut berdampak pada menurunnya jumlah pergerakan pesawat di sejumlah bandara. Seperti di Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, pergerakan pesawat di bandara ini menurun dari semula 470-480 pergerakan pesawat menjadi hanya kurang lebih 400 pergerakan.

"Kami sangat mengapresiasi sikap Kemenhub yang cepat merespon situasi untuk mendorong aktifitas domestic traveller dengan melibatkan seluruh stakeholder seperti pengelola bandara Angkasa Pura (AP) I dan II, AirNav dan juga Pertamina," kata Denon, Senin (2/3/2020).

Ia menambahkan bahwa sasaran insentif tersebut sangat tepat untuk menarik minat masyarakat melakukan perjalanan ke destinasi wisata di dalam negeri. Terlebih lagi, pemberian insentif berupa diskon tarif penerbangan ke 10 destinasi wisata ini bertujuan untuk mendorong sektor pariwisata. Adapun ke-10 destinasi pariwisata yaitu Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Toba (Silangit), Tanjung Pandan, dan Tanjung Pinang.

Denon juga mengatakan bahwa maskapai yang menjadi anggota dari INACA siap mendukung tereralisasikan insentif tersebut. Ia mencontohkan Garuda Indonesia dan anak perusahaannya, Citilink, mulai Minggu (1/3) telah memberlakukan potongan harga pada sejumlah rute yaitu dari dan ke Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Toba (Silangit), Tanjung Pandan, dan Tanjung Pinang.

Sementara itu, Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra yang juga sebagai Ketua Dewan Pembina INACA menyatakan bahwa Garuda Indonesia Group menyambut baik dan mendukung penuh program kebijakan insentif yang dicanangkan Pemerintah sebagai upaya untuk mengantisipasi dampak wabah Covid-19 terhadap sektor pariwisata nasional khususnya untuk 10 Destinasi Wisata Indonesia tersebut.

"Untuk Garuda Indonesia dan Citilink, skema pemberian potongan harga tiket ke 10 destinasi wisata dilaksanakan selama tiga bulan ke depan dimulai tanggal 1 Maret hingga 31 Mei 2020, di mana menetapkan besaran insentif untuk maskapai adalah dengan potongan harga tiket hingga 50%," katanya.

Dan terkait implementasi kebijakan insentif tiket pesawat, kata Irfan, Garuda Indonesia Group akan memberikan potongan harga kepada 25% dari total jumlah penumpang dalam penerbangan dari dan ke destinasi tersebut. Untuk penerbangan dengan Garuda Indonesia, terdapat sekitar 65.000 kursi per bulan yang dialokasikan untuk diberikan potongan harga.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, oemerintah dengan stakehokder penerbangan sepakat untuk memberikan insentif yang dapat menurunkan tarif penerbangan dari dan ke 10 destinasi pariwisata. Dengan insentif yang berasal dari pemerintah, AP I, AP II, AirNav Indonesia, dan Pertamina, diskon tarif pesawat yang diberikan maskapai bisa mencapai 40-50%.

"Untuk ini pemerintah mengalokasikan dana APBN sekitar Rp 500 miliar untuk memberikan diskon tarif sebesar 30 persen. Diskon tarif diberikan kepada 25 persen dari total jumlah penumpang dalam satu penerbangan dari dan ke 10 Destinasi tersebut," katanya.

Selain pemerintah, sejumlah pihak juga turut mendukung pemberian insentif yaitu AP I, AP II memberikan insentif berupa pengurangan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) sebesar 20%. Kemudian, AirNav Indonesia akan memberikan insentif pengurangan biaya Pelayanan Jasa Navigasi Penerbangan sebesar 20% pada rute penerbangan dimaksud.



Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com