Cerita Tukang Jamu Kebanjiran Pembeli Sejak Wabah Corona

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 03 Mar 2020 14:50 WIB
Geliat Tukang Jamu di Jakarta untuk Thumbnail 20detik
Foto: Adil Pradipta/20detik
Jakarta -

Hebohnya virus corona di sisi lain membuat beberapa komoditas diburu masyarakat. Mulai dari masker, hand sanitizer, tak terkecuali ramuan yang berasal dari jahe merah untuk menangkal virus corona.

Penjual jamu di bilangan Jakarta Timur, Wartini (43) mengatakan kebanjiran pesanan sejak virus corona merebak. Ditambah saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin mengumumkan ada dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang positif mengidap virus corona.

"Saya memang jualan jamu sehari-hari sudah 8 tahun. Cuma semenjak ada corona agak naik orang pesan. Ditambah kemarin pak Presiden ngumumin di Indonesia ada yang kena virus corona, jadi pada khawatir," kata Wartini saat ditemui di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (3/3/2020).

Wartini cerita, dari yang biasanya menghabiskan 20 botol per hari, belakangan jamunya bisa habis 30 botol per hari dari hasil keliling. Adapun jamunya dijual dengan harga rata-rata Rp 8.000 per gelas.

"Baru berapa hari ini agak meningkat jadi 30 botol habis jualan untuk sehari. Biasanya 20 (botol) sehari. Itu dijualnya per gelas Rp 8.000," ungkapnya.

Sejak merebaknya virus corona, pendapatannya tidak hanya berasal dari jualan keliling melainkan banyak pelanggannya yang meminta ramuan khusus untuk menangkal corona yang dijual seharga Rp 35.000/botol 600 ml.

"Banyak yang pesan khusus sejak corona belakangan. Itu saya buat temulawak, jahe, serai, kunyit. (Buatnya) diblender, terus direbus, terus diminum. Saya jual Rp 30.000 - 35.000 tergantung ukuran botol," sebutnya.

Selain itu, anak Wartini yang bekerja di salah satu perusahaan bank di Jakarta juga selalu membawa jamu tersebut yang dipesan dari teman-teman kantornya. Jamu tersebut dikemas dalam botol berukuran 250 ml yang dijual seharga Rp 15.000.

"Anak selalu bawa ke kantornya. Bawa setiap hari," ucapnya.

Ditemui di lokasi yang sama, Yuni (50) juga mengaku telah mengkonsumsi ramuan dari jahe merah bersama keluarganya sejak dua hari yang lalu. Hal itu dilakukannya untuk menguatkan sistem imun tubuh sehingga tidak mudah terinfeksi oleh virus corona.

"Insyaallah ngaruh. Paling enggak kita minum sehari sekali jangan sering juga karena itu kan bisa ngaruh ke ginjal. Daripada pakai obat-obat kimiawi lebih baik yang herbal," katanya.

Cerita Tukang Jamu Kebanjiran Pembeli Sejak Wabah Corona


Simak Video "Sebaran Kasus Baru Covid-19 Hari Ini, Jakarta Terbanyak"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)