Korupsi RI Terparah se-Asia

Korupsi RI Terparah se-Asia

- detikFinance
Senin, 05 Des 2005 15:44 WIB
Jakarta - Korupsi di Indonesia lagi-lagi menduduki peringkat nomor wahid se-Asia. Pertumbuhan investasi dan bisnis di Indonesia dipandang paling terpengaruh oleh korupsi dibanding negara Asia lainnya.Demikian hasil polling yang dilakukan oleh lembaga Political and Economic Risk Consultancy (PERC) seperti dikutip dari AFP, Senin (5/12/2005). Survei ini dilakukan terhadap 96 pebisnis asing.Hasil survei itu juga menunjukkan bahwa Singapura tetap menduduki peringkat pertama dengan nilai 0,89. Skala nilai adalah nol untuk yang terbaik dalam hal korupsi dan 10 untuk yang korupsinya paling parah.Di tempat kedua diduduki oleh Hong Kong dengan nilai 1,22. Peringkat selanjutnya secara berturut-turut adalah Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Taiwan, Thailand, Cina, India, Filipina dan Vietnam. Dan Indonesia menduduki peringkat paling buncit dengan nilai 9,44.Hong Kong dan Singapura juga tercatat sebagai negara dengan tingkat korupsi yang paling terkontrol. Para pebisnis yang disurvei merasa mantap dengan sistem hukum di dua negara bekas koloni Inggris ini.Hal itu membuat para pebisnis tetap melirik Hong Kong dan Singapura, kendati negara lain memiliki daya tarik upah buruh yang rendah. "Upah buruh biasanya lebih murah di negara tetangga, namun pebisnis tetap berharap ada pelabuhan yang lebih baik, fasilitas fisik infrastruktur kelas dunia dan tenaga kerja yang berpendidikan," ujar PERC. "Baik Hong Kong maupun Singapura tidak memiliki banyak sumber-sumber alam untuk menarik investor. Namun demikian, investor asing menemukan kemudahan dan lebih berterus terang untuk melakukan banyak jenis bisnis di dua negara ini. Hal tersebut merupakan salah satu alasan mereka tetap mencantumkan status 'pusat bisnis regional' di dua negara itu," urai PERC.Korupsi di Indonesia dipandang sebagai langkah yang paling menghalangi masuknya investor. Namun hasil survei itu menunjukkan, para pebisnis itu menghargai langkah Presiden SBY mengatasi korupsi di Indonesia."Sudah terlihat beberapa contoh yang baik seperti ditangkap dan diadilinya pejabat dan semua hal yang berkaitan dengannnya. Hal itu telah meningkatkan harapan bahwa halangan yang paling besar untuk melakukan bisnis di Indonesia yakni korupsi sudah mulai dikurangi," demikian hasil survei yang digelar PERC. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads