Sri Mulyani Pastikan Insentif Pariwisata Tak Ditunda

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 05 Mar 2020 11:46 WIB
Sri Mulyani
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan pemberian insentif sektor pariwisata tetap berjalan khususnya pembebasan pajak hotel dan restoran. Sedangkan untuk diskon tiket pesawat diberlakukan fleksibel atau menyesuaikan keadaan.

"Nggak, kita lihat efektivitas saja, kalau timing kan lihat kebutuhan itu, kalau yang efektivitas penurunan pajak hotel dan restoran tetap kita lakukan," kata Sri Mulyani di komplek perkantoran Bank Indonesia (BI), Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Sebelumnya, usai dua warga Indonesia positif terjangkit virus corona (covid-19), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengaku mengevaluasi kembali kembali insentif pariwisata yang mencapai Rp 10,3 triliun.

Dari anggaran Rp 10,3 triliun itu, akan disalurkan untuk tambahan manfaat kartu sembako, diskon liburan, insentif maskapai dan agen perjalanan, insentif bebas pajak hotel dan restoran, serta kompensasinya ke pemerintah daerah (Pemda), hingga tambahan subsidi bunga dan uang muka (DP) rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Khusus diskon tiket pesawat, Sri Mulyani bilang pemberian insentif tetap berjalan namun dibahas kembali dengan Kementerian Perhubungan, pihak maskapai, dan para travel agent mengenai penyalurannya.

"Kita lihat kalau mereka lakukan persiapan situasi menurun sekarang kalau tarif diskon lainnya juga kita lihat sesuai persiapan. Kalau memang timing-nya nggak tepat bisa dimundurkan, kita fleksibel terhadap situasi demand di industrinya," jelasnya.

Selain itu, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengaku pemerintah sedang menyiapkan insentif fiskal jilid kedua untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional di tengah serangan virus corona.

Hanya saja, dirinya masih enggan memberikan penjelasan lebih lengkap mengenai hal tersebut. Yang pasti, sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut ada anggaran sekitar Rp 10 triliun lagi yang disiapkan untuk kebijakan tersebut.

"Memang sedang kita formulasikan nanti arahnya, jenisnya apa saja dan ditujukan untuk sektor apa dan mekanismenya. Pokoknya nanti kita kalau sudah selesai kita sampaikan," ungkap dia.



Simak Video "Pemerintah Berniat Tambah Gaji Pekerja yang di Bawah Rp 5 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/eds)