Kabareskrim Ungkap Modus Impor Barang China yang Matikan Produk RI

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 05 Mar 2020 17:02 WIB
Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengumpulkan Direktur Reserse Kriminal Umum hingga Kasubdit I/Kamneg Polda se-Indonesia
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan kecurangan yang dilakukan importir dalam memasukkan barang dari China ke Indonesia. Hal itu membuat produk nasional hancur.

"Kalau ini kita tidak jaga maka produksi dalam negeri akan hancur akibat masuknya barang-barang dari China dan beberapa negara sehingga tentunya produk dalam negeri menjadi mahal karena masuknya barang-barang tersebut," kata dia dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2020).

Dia menjelaskan, barang yang diimpor dari Negeri Tirai Bambu biasanya dicatat sebagai bahan baku atau barang setengah jadi. Padahal sebenarnya isinya adalah produk siap pakai.

"Sebagai contoh ada beberapa modus operandi dengan memasukkan bahan-bahan modusnya adalah bahan baku, namun ternyata yang dimasukkan adalah barang jadi, sehingga tentunya kemudian ini mematikan industri dalam negeri seperti Krakatau Steel," jelasnya.

Pihaknya pun berkomitmen untuk mengawal masalah tersebut. Menurutnya kondisi tersebut menjadi perhatiannya.

"Krakatau Steel beberapa saat ini mengalami kesulitan karena harus bersaing dengan komoditi yang masuk dari impor yang bungkusnya adalah barang baku atau barang setengah jadi, namun faktanya mereka sudah dalam bentuk besi yang bisa digunakan. Jadi hal tersebut menjadi perhatian yang tentunya harus juga kita kawal," ujarnya.

Bareskrim Polri berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga (K/L) terkait seperti Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

"Ini juga tentunya juga jadi perhatian yang setiap hari kita lakukan pengawalan, di mana kegiatan tersebut kita laksanakan mulai dari koordinasi, kerja sama, termasuk penegakan hukum dengan rekan-rekan dari Bea Cukai kemudian juga dari K/L yang lain," tambahnya.



Simak Video "Jokowi Ungkap Alasan Kenapa Indonesia Masih Suka Impor Garam"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/ara)