Begini Cara Oknum Mainkan Harga Bawang Putih hingga Gula

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 06 Mar 2020 11:52 WIB
Bawang putih impor dari China
Foto: Imam Suripto/detikcom
Jakarta -

Kenaikan harga beberapa komoditas pangan seperti bawang putih dan gula pasir sudah terasa sejak awal Februari 2020. Harga bawang putih tembus Rp 45.000-60.000 per kilogram (kg), sedangkan gula pasir Rp 14.000-15.600/kg.

Menurut Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Suhanto, beberapa daerah terutama di luar Pulau Jawa menjerit karena kenaikan harga bahan pokok tersebut.

"Terus terang, di grup stabilisasi harga yang anggota Dinas Perdagangan seluruh Indonesia, saya memantau betul bagaimana kawan-kawan di daerah menjerit. Harga bahan pokok khususnya gula dan bawang putih sedang naik," kata Suhanto dalam dalam Rapat Koordinasi Implementasi SIPAP Nasional, di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Terutama semenjak kabar virus corona menyebar mulai dari China. Suhanto mengatakan, hal itu dimanfaatkan para oknum untuk menyebar isu tak ada importasi bawang putih dan gula. Sehingga, kekhawatiran akan pasokan menipis merebak, dan kenaikan harga pun terjadi.

"Rupanya pelaku usaha yang tidak bertanggung jawab tahu betul bahwa produk-produk ini khususnya bawang putih 90% diimpor dari China. Bahkan 90% china menguasai persediaan bawang putih di dunia. Sehingga dengan informasi corona seolah-olah tidak ada pergerakan bawang putih dari daratan China ke daratan lain," ucapnya.

Selain itu juga, para oknum ini sengaja menimbun pasokan.

"Yang terjadi, beberapa pelaku usaha yang tidak bertanggung jawab menyimpan barangnya, karena harapannya dengan kekurangan bahan pokok tersebut di lapangan harga akan naik, dan ternyata ini ampuh bagi mereka, harga benar-benar naik," ungkap Suhanto.

Ia juga membeberkan alasan mengapa Kemendag baru memutuskan importasi gula baru-baru ini. Sehingga, ketika stok semakin tipis terjadi kenaikan harga di atas acuan yakni Rp 12.500/kg.

"Kenapa di Kemendag waktu itu belum melakukan importasi. Karena data kami, khusus untuk gula, akhir Desember kami mempunyai data dari importasi yang kami lakukan dan produksi dalam negeri, untuk gula akhir Desember kita masih punya stok sekitar 495.000 ton. Padahal, konsumsi nasional per bulan hanya sekitar 229.000 ton. Artinya dengan angka 495.000 ton, kami meyakini persediaan gula untuk 2 bulan ke depan, paling tidak sampai akhir Februari cukup," imbuh dia.

Oleh sebab itu, Kemendag memanggil seluruh importir bawang putih dan gula agar semua pasokan yang masih dimilikinya dikeluarkan. Harapannya, sembari menunggu importasi masuk, pasokan dalam negeri masih cukup dan harga kembali normal.



Simak Video "Jokowi Telepon Mendag Usai Dicurhati Petani Temanggung soal Impor Bawang"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)