Teror Corona Merajalela, Ekonomi Dunia Bisa Lumpuh?

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 07 Mar 2020 18:14 WIB
Virus corona rambah berbagai negara dunia. Masifnya penyebaran COVID-19 membuat sejumlah kawasan yang biasanya sibuk oleh aktivitas warga kini sepi dan lengang.
Foto: Park Chul-hong / Yonhap via AP.
Jakarta -

Penyebaran Corona (COVID-19) menjadi perhatian serius seluruh dunia. Sampai saat ini belum ada vaksin yang mampu menghentikan penyebarannya, sehingga berdampak buruk bagi pertumbuhan ekonomi dunia.

Sebelum Corona menyebar, beberapa lembaga internasional memprediksi laju ekonomi dunia melemah karena beberapa faktor global, seperti perang dagang, geopolitik, dan lainnya. Kehadiran Corona sekarang ini dianggap sebagai dampak tambahan yang akan melemahkan pertumbuhan ekonomi dunia.

Pertanyaannya, apakah Corona bisa melumpuhkan ekonomi dunia? Direktur Riset Core Indonesia Piter Abdullah mengatakan potensinya sangat sedikit. Sebab, beberapa negara sudah merespons gejala tersebut dengan kebijakan-kebijakannya.

"Kalau bicara potensi, iya bisa jadi ada, tapi kecil kemungkinannya," kata Piter saat dihubungi detikcom, Jakarta, Sabtu (7/3/2020).


Menurut Piter, virus Corona bisa melumpuhkan ekonomi dunia jika dikategorikan pandemik. Pandemik di sini maksudnya penyakit menular yang mengancam banyak orang di dunia secara bersamaan.

"Baru akan melumpuhkan perekonomian ya apabila sudah menjadi pandemik. Itu masih jauh sekali," tegasnya.

Penyebaran Corona sudah berdampak pada sektor pariwisata, transportasi, dan manufaktur. Namun hal itu dianggap belum melumpuhkan ekonomi dunia.

Pengusaha Sandiaga Uno mengatakan Corona membuat ekonomi dunia melemah 0,5-0,9 persen. Pelemahan itu juga akan berdampak terhadap laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hanya, dirinya menilai ekonomi dunia tidak akan lumpuh karena Corona.

"Melumpuhkan sih nggak, tapi kita lakukan simulasi bahwa potensi penurunannya itu 0,5-0,9 persen secara global dan berdampak simetris terhadap Indonesia," kata Sandiaga.

"Jadi kalau kita tadi pertumbuhannya 4,9 persen bisa turun ke 4,5-4,3 persen, tergantung perkembangan Coronavirus ini, penanganannya seperti apa," tambahnya.



Simak Video "WNA Pasien Corona yang Meninggal Sebelumnya Dirawat di RS Sanglah"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/hns)