Mantul! Harga Emas Diprediksi Tembus Rp 900.000/Gram

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Minggu, 08 Mar 2020 08:20 WIB
Logam mulia atau emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini dijual Rp 702.000/gram. Harga ini terbesar dalam sejarahnya.
Foto: Pradita Utama

Gara-gara Corona

Business Manager Indosukses Futures Suluh Adil Wicaksono menjelaskan salah satu faktor pendorong kenaikan harga emas adalah merebaknya corona (covid-19).

"Yang jadi pendorong kenaikan antara lain perkembangan korban Covid-19 atau Corona yang masih bertambah, baik di China atau negara lain," kata Suluh saat dihubungi detikcom, Sabtu (7/3/2020).

Dampak Corona ini juga turut mengerek penurunan bunga acuan bank sentral AS (AS). Ke depan kemungkinan Fed Fund rate masih akan dipangkas usai penurunan 50 bps beberapa waktu lalu.

"Pemangkasan rate ini tentu bagus buat emas dan indeks saham," jelas dia.

Selain itu perlambatan ekonomi dan kemungkinan resesi membuat emas menjadi safe haven bersama dolar AS. Dia menyebut, kenaikan harga emas yang tinggi secara signifikan juga perlu diwaspadai dengan aksi profit taking.

"Ketika harga emas saat ini sedang tinggi. Maka harga buyback sangat menarik untuk ambil keuntungan. Melepas sebagian emas fisik yang dimiliki karena sudah mendapatkan selisih yang signifikan," jelas dia.

Sebelumnya harga emas batangan atau logam mulia milik Antam pada akhir pekan ini tercatat Rp 842.000 per gram, naik Rp 5.000 dibandingkan hari sebelumnya Rp 837.000 per gram.

Harga emas ini memang terus mengalami kenaikan sejak awal tahun, apalagi sejak merebaknya virus corona yang menyebar ke sejumlah negara.



Simak Video "Harga Emas Naik, Warga di Parepare Ramai-ramai Jual Emas"
[Gambas:Video 20detik]

(kil/eds)