Jusuf Anwar: Keputusan Terberat Adalah Saat Menaikkan BBM

Jusuf Anwar: Keputusan Terberat Adalah Saat Menaikkan BBM

- detikFinance
Selasa, 06 Des 2005 17:16 WIB
Jakarta - Menkeu Jusuf Anwar akhirnya mengakui bahwa keputusan yang paling berat yang harus diambil selama dirinya menjabat sebagai menkeu adalah berkaitan dengan menaikkan harga BBM. "Tapi keputusan itu harus diambil," tegas Jusuf.Petikan wawancara tersebut disampaikan Jusuf Anwar dalam perbincangan dengan sekitar 16 wartawan yang biasa ngepos di Depkeu. Wawancara dengan suasana santai ini berlangsung di ruangan Jusuf Anwar di lantai 3, Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (6/12/2005).Jusuf yang mengenakan batik abu-abu ini terlihat sangat lepas dan gembira. Pembicaraan dengan wartawan pun sesekali diselingi dengan humor. Berikut petikan wawancara denagn pria yang dikenal humoris ini. Apa kesan setelah lenger?Kata Rasulullah, ada awal dan ada akhir. Awalnya bagus dan akhirnya bagus, alhamdulillah. Untuk mensyukuri hidup itu harus menikmati setiap detik dari hidup. Nikmati every single moment, second of your life. Nikmati. No complain, no regret. Hidup harus berawal dari niat yang baik. Do your best, lakukan yang Anda anggap terbaik supaya Anda tidak menyesal. Yang selanjutnya baru ridho Illahi. Itu yang membuat kita menjadi lengkap. Jadi itulah falsafah. Dan kesimpulanya seperti yang teman-teman Anda katakan, bahwa saya adalah happyman today. (Jusuf Anwar pun tertawa) Keputusan terberat yang pernah diambil sebagai Menkeu?Bukan keputusan sendiri, tapi keputusan bersama yaitu kenaikan harga BBM karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Namun keputusan tersebut memang harus dilakukan. Keputusan itu harus dilakukan kalau mau sembuh. Dan kita harus menelan pil pahit. Dan pil itu memang sangat pahit. Dan sekarang itulah sebabnya fiskal kita lebih sustainable. Dengar-dengar jadi Dubes? Presiden menelepon saya Selasa pukul 02.45 dini hari. Pesan beliau dan penugasan kepada saya. Saya katakan alhamdulillah dan saya siap. Jelek-jelek kan punya patriotisme juga. Tidak pernah menolak tugas. Selama 33 tahun tidak pernah menolak tugas.Ke mana? Katanya sih tidak jauh dari sini. Ya, kurang lebih negara Asia-lah.Jepang, Cina, Korea? Kurang lebih tujuh jam terbang dari Jakarta. Kuncinya, setiap detik nikmati hidup Anda, maka hari-hari akan terasa pendek. Itu cara untuk menjadi manusia berarti.Anda memberi kado daging rusa untuk Sri Mulyani?Ya, itu bagian dari kolegial. Itu kiriman dari seorang teman pemburu, tidak habis untuk saya, jadi saya bagi-bagikan. Salah satunya yang dapat adalah Bu Sri Mulyani, tapi ada teman lain juga yang dapat kok. Saya kasih bagian paha yang besar.Apa maknanya? Biar semuanya berlari kencang dalam pembangunan. Pokoknya enak sajalah. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads