Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 11 Mar 2020 10:32 WIB

Cegah Corona, Pegawai Google Mulai Kerja dari Rumah

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbud, Awaluddin Tjalla di acara Grow With Google Foto: (Aisyah Kamaliah/detikcom)
Jakarta -

Induk usaha Google, Alphabet merekomendasikan agar semua karyawan di Amerika Utara untuk bekerja di rumah hingga 10 April demi mencegah penyebaran virus corona.

"Karena sangat berhati-hati, dan untuk perlindungan Alphabet dan komunitas yang lebih luas, kami sekarang merekomendasikan Anda bekerja dari rumah jika peran Anda memungkinkan," bunyi email dari Chris Rackow, Vice President of Global Security Google, mengutip CNN, Rabu (11/3/2020).

Sementara banyak perusahaan telah meminta karyawan di kota-kota tertentu untuk bekerja dari rumah atau menguji kerja skala besar di rumah. Google adalah yang pertama yang meminta karyawan di seluruh benua melakukannya.

Akhir pekan lalu, Google, Amazon (AMZN), Microsoft (MSFT) dan Facebook (FB) mulai mendorong karyawan di Seattle untuk bekerja dari rumah saat wabah virus corona menyebar di negara bagian Washington.

Sejak itu, kasus virus corona terus membengkak di Amerika Serikat, dengan lebih dari 900 kasus dan hampir 30 meninggal dunia.

Banyak sekolah dan universitas telah beralih ke kelas online. Bahkan, Harvard telah meminta mahasiswa untuk meninggalkan perumahan kampus dalam hitungan hari. Semakin banyak acara besar telah dibatalkan atau ditunda, termasuk kampanye untuk calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden dan Bernie Sanders.

Google juga terpaksa membatalkan acara terbesarnya tahun ini, konferensi tahunan Google I/O, yang semula dijadwalkan pertengahan Mei.

Sebanyak 11 kantor Google di Amerika Serikat dan Kanada dipengaruhi oleh arahan kerja dari rumah yang baru, di mana San Francisco Bay Area dan kantor-kantor di New York ditingkatkan statusnya dari kerja di rumah secara sukarela menjadi anjuran atau rekomendasi.

Email Rackow menyatakan Google 'memantau situasi dengan hati-hati dan akan memperbarui timeline sesuai kebutuhan'.

Pekan lalu, Google mengumumkan akan memberikan kompensasi kepada karyawan yang terkena dampak karena berkurangnya jam kerja, seperti pekerja kafe. Google juga menyatakan sedang mengembangkan dana untuk memberikan cuti sakit kepada karyawan tidak tetap yang saat ini tidak memiliki manfaat dan dipengaruhi oleh virus corona.

Perusahaan menyatakan bahwa sementara sebagian besar karyawan dan kontraktor tidak penuh waktu sudah mendapatkan tunjangan cuti sakit.

"Google membuat dana COVID-19 yang akan memungkinkan semua staf sementara dan vendor kami, secara global, mengambil cuti sakit yang dibayar jika mereka memiliki gejala potensial COVID-19, atau tidak dapat masuk kerja karena mereka dikarantina," kata perusahaan itu.



Simak Video "Kasus WNI Positif Corona Kini Mencapai 309"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com