Bursa Saham 'Terbakar', Pengusaha Beralih Borong Emas?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 11 Mar 2020 11:21 WIB
PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), melalui Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia (UBPP LM), memperkenalkan desain dan kemasan baru emas batangan ANTAM-LM. Peluncuran desain baru logam mulia ini bertepatan dengan hari ulang tahun perseroan yang ke-50.
Foto: dok. Antam
Jakarta -

Fenomena panic selling di bursa saham menyebabkan performa IHSG belakangan ini terus negatif. Hal tersebut disebabkan oleh sentimen negatif akan penyebaran virus corona juga penurunan harga minyak dunia yang cukup mengejutkan.

Di balik itu semua, harga emas terus melejit. Pada hari Senin (9/3) lalu saja, harga emas Antam cetak rekor hingga Rp 851.000/gram. Namun, sampai hari ini berangsur turun meski masih di level Rp 800.000-an.

Menurut analis emas sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, meski harga emas terbilang tinggi, banyak pengusaha yang justru menjual sahamnya dan beralih pada investasi emas.

"Harga saham, obligasi mengalami penurunan, sehingga orang beralih ke emas. Ya wajar emas diborong pengusaha, pada saat kondisi ekonomi global memburuk, rupiah melemah, salah satu alternatifnya itu logam mulia. Kenapa pengusaha ini memborong logam mulia, bahkan sampai pedagang kecil kehabisan, ya karena virus corona prediksinya di kuartal II baru selesai," kata Ibrahim kepada detikcom melalui sambungan telepon, Rabu (11/3/2020).

Ia menuturkan, kenaikan harga emas pada Senin (9/3) lalu juga akan diiringi penurunan ke level terendah. Apalagi, hingga hari ini harga emas Antam berangsur turun sampai level Rp Rp 839.000/gram.

Ia menguraikan, kenaikan harga emas terjadi hingga tiga kali. Tahap pertama sudah terjadi di 24 Februari lalu di mana emas dunia tembus level US$ 1.700 per troy ounce, dan kembali turun pada 28 Februari 2020. Tahap kedua pada 9 Maret lalu di mana harga emas dunia tembus US$ 1.700-an per troy ounce dan kembali turun pada 10 Maret di level US$ 1.641 per troy ounce. Ia memprediksi, kenaikan harga emas hingga level tertinggi akan terjadi lagi di akhir kuartal I-2020 ini.

"Bottom ketiga kemungkinan terjadi di akhir kuartal I ini. Kalau melihat kemarin hingga level US$ 1.700, mungkin nanti sampai US$ 1.800-1.900 per troy ounce," tutur Ibrahim.

Di tahap ketiga itulah para pengusaha yang memborong emas saat ini, akan menjualnya ketika harga kembali melejit.

"Kenapa masyarakat mau beli logam mulia susah? Karena sudah diborong oleh pengusaha besar yang mereka sudah tahu harga emas internasional akan menyentuh level US$ 1.800-1.900," jelas dia.

Ibrahim menyarankan, bagi masyarakat yang memiliki emas saat ini untuk disimpan terlebih dahulu. Menurutnya, akan datang momentum di mana harga emas kembali tinggi pada tahap ketiga itu.



Simak Video "Buntut Corona, SoftBank Jual 198 Juta Lembar Saham"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)