Janji-janji Menteri Ekonomi Baru
Rabu, 07 Des 2005 10:44 WIB
Jakarta - Menteri-menteri ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu akan dilantik Rabu (7/12/2005) pukul 14.00 WIB. Dan seperti lazimnya pejabat baru, mereka pun menebar janji-janjinya. Cukup beragam, mulai dari stabilisasi hingga insentif untuk industri.Berikut rangkuman janji-janji para menteri ekonomi tersebut dalam sejumlah wawancara yang dilakukan dengan wartawan pada Selasa kemarin 6 Desember.Menko Perekonomian BoedionoMeski tidak menjanjikan sesuatu yang muluk-muluk, namun Boediono akan mengusung tema memantapkan stabilitas ekonomi yang didalamnya termasuk inflasi, kurs rupiah. Di samping stabilisasi, Boediono juga akan mengupayakan menggerakkan roda perekonomian."Dua hal ini nantinya menjadi tema besar yang akan dituangkan dalam langkah-langkah selanjutnya. Jadi menggerakkan ekonomi sambil menjaga stabilitas. Stabilitas berarti keseimbangan," janji Boediono.Pemerintah akan menjabarkan kebijakan tesebut ke dalam sejumlah langkah, termasuk fiskal, keuangan, sektor riil dan investasi.Khusus untuk menangani tingginya inflasi, pemerintah akan menjalin koordinasi dengan otoritas moneter, yakni BI.Menkeu Sri Mulyani IndrawatiSaat ditunjuk sebagai menkeu, Presiden SBY sudah memerintahkan Sri Mulyani untuk mengembalikan stabilitas makro, penciptaan lapangan kerja, serta membuat kebijakan yang lebih berpihak kepada rakyat.Sri Mulyani sendiri akan fokus pada stabilisasi makro ekonomi dengan prioritas penanganan inflasi. Selain itu akan mengambil kebijakan fiskal yang prudent.Sementara untuk pertumbuhan ekonomi tahun 2006, Sri Mulyani tetap yakin bisa mencapai 6,2 persen, meski harus melampaui medan yang berat. Untuk mencapainya, maka konsumsi harus tetap tumbuh 3,5 persen. Sedangkan investasi harus tumbuh 11-12 persen.Menteri Perindustrian Fahmi IdrisMengaku tidak akan melakukan perubahan radikal atas program kerja yang telah disusun Menperin sebelumnya, yakni Andung Nitimihardja. Hal ini mengingat program yang telah disusun itu mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).Meski demikian, Fahmi Idris akan fokus pada dua hal. Pertama, usaha pemulihan yang bertujuan menunjukkan komoditi unggulan yang akan memasuki pasar global.Komoditi unggulan antara lain sawit dan derivatifnya, kayu, tekstil dan produk tekstil (TPT). Industri otomotif pun juga akan diperhatikan.Kedua, berkaitan dengan insentif untuk industri. Fahmi menilai insentif merupakan hal yang biasa untuk menggerakkan sektor riil.Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah SuzettaPolitisi dari Partai Golkar ini akan fokus pada penataan utang Indonesia dan membuat strategi utang secara terpadu. Penataan utang itu dinilai penting, meski Indonesia sudah memiliki program pengembalian utang luar negerinya.Namun meski berkutat di bidang pembangunan, Paskah sama sekali belum menyinggung bagaimana rencananya terhadap pembangunan di masa mendatang.Janji-janji sudah ditebar. Masyarakat dan pelaku pasar pun sepertinya sudah kadung senang. Semoga saja para menteri baru ini tak sekedar menebar, namun juga membayarnya.
(qom/)











































