Kreditor Setujui Restrukturisasi Utang Garuda

Kreditor Setujui Restrukturisasi Utang Garuda

- detikFinance
Rabu, 07 Des 2005 14:48 WIB
Jakarta - Pihak kreditor akhirnya menyetujui proposal restrukturisasi yang diajukan oleh PT Garuda Indonesia. Maskapai penerbangan pelat merah ini diperbolehkan membayar bunga utangnya saja.Hal tersebut disampaikan oleh Dirut Garuda Emirsyah Satar di sela-sela acara CEO Committee di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (7/12/2005)."Kita sudah bicara dengan mereka (kreditor). Secara prinsip mereka sudah oke. Kita hanya bayar bunga dulu. Sementara yang pokoknya kita minta direstrukturisasi," ungkap Emirsyah. Garuda saat ini memiliki utang sebesar US$ 515 juta kepada European Export Credit Agencies (ECA) yang akan jatuh tempo akhir tahun ini.Mengenai skema restrukturisasinya, Emirsyah mengatakan bahwa Garuda meminta periode perpanjangan utang. "Lebih lama lebih baik," ujar Emirsyah.Garuda juga tercatat memiliki utang dalam bentuk promissory notes dengan kreditor Singapura sebesar US$ 150 juta yang jatuh tempo akhir tahun. Sebelumnya, Garuda sudah mengadakan pertemuan dengan kreditor Singapura pada 30 November. Sementara pertemuan dengan ECA di London dilaksanakan pada 2 Desember. Sedangkan pertemuan dengan kreditor lokal di Jakarta digelar pada 29 November.Dalam penjelasan sebelumnya, Emirsyah mengaku sulit untuk membayar utang pokok mengingat sejumlah faktor yang menyebabkan keuangan Garuda kurang baik.Beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja Garuda antara lain adalah tingginya bahan bakar, melemahnya rupiah, meningkatnya suku bunga dan berbagai masalah lain seperti bom Bali II.Garuda juga telah menunjuk Danareksa dan Rotschilds sebagai penasihat keuangan dan DLA Piper sebagai penasihat hukum dalam melakukan pembahasan dengan kreditor.Tambah PenerbanganDalam kesempatan tersebut, Emirsyah juga menyampaikan rencana Garuda menambah penerbangan baru ke sejumlah negara antara lain ke Korea pada kuartal I-2006. Sementara untuk ke Eropa masih akan dipilih apakah ke London atau Amsterdam, yang akan direalisasikan akhir tahun 2006.Demikian pula untuk penerbangan ke Timur Tengah masih dikaji apakah ke Dubai atau Istambul. Untuk Asia, Garuda berniat menambah penerbangan ke Cina. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads