Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 15 Mar 2020 19:29 WIB

Peritel Minta Masyarakat Tak Belanja Berlebihan Bila Jakarta Lockdown

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
ilustrasi belanja Foto: shutterstock
Jakarta -

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempertimbangkan opsi lockdown. Dengan begitu, bisa saja masyarakat tidak bisa pergi keluar ataupun masuk ke Jakarta.

Pengusaha ritel pun berjanji akan menjaga pasokan bahan pokok tetap aman. Mereka juga meminta agar masyarakat jangan sampai berbelanja berlebihan apabila lockdown terjadi.

"Sehubungan dengan lockdown, diharapkan masyarakat dapat berbelanja secara normal atau wajar, jangan belanja berlebihan," kata Ketum Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey kepada detikcom, Minggu (15/3/2020).

Roy mengatakan dengan berbelanja wajar dan tidak berlebihan, maka semua orang akan mendapatkan pasokan bahan pokok secara merata.

"Sehingga ketersediaan bisa merata supaya semua pihak tetap kebagian," ungkap Roy.

Roy sendiri mengatakan hingga kini pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak distributor agar pasokan bahan pokok tetap terjaga.

"Kita akan tetap koordinasi dengan distributor kalau ada barang kekurangan untuk dipenuhi," pungkas Roy.

Sementara itu, sebelum mempertimbangkan lockdown, Pemprov DKI Jakarta sendiri sudah mulai melakukan beberapa pembatasan di ruang publik. Mulai dari meliburkan sekolah selama dua pekan, hingga menutup beberapa tempat wisata.



Simak Video "Kehidupan di Jerman Tampak Mulai Menggeliat"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com