SBY: Lindungi Masyarakat Miskin dari Ancaman Inflasi

SBY: Lindungi Masyarakat Miskin dari Ancaman Inflasi

- detikFinance
Rabu, 07 Des 2005 16:04 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara tegas menyatakan 'perang' melawan inflasi. Para menteri ekonomi baru pun diberi pesan untuk mengurangi kemiskinan dan melindungi golongan ekonomi lemah dari ancaman inflasi.Pesan SBY tersebut disampaikan saat melantik enam menteri di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Rabu (7/12/2005).Untuk melindungi masyarakat miskin dari ancaman inflasi, SBY memberikan enam pesan yang harus dilakukan para 'pembantu-pembantunya' tersebut, yakni: 1. Subsidi Langsung Tunai (SLT) harus dikelola dengan baik dan sampai pada sasaran. "Diharapkan bisa meringankan beban hidup sehari-harinya. Perbaikan pertanian, perikanan, perhutanan yang sudah kita canangkan, saya minta betul-betul diimplementasikan bekerja sama dengan para gubernur. UKM lebih juga lebih dikembangkan," papar SBY.2. Menyusun kebijakan dan langkah konkrit untuk bisa meningkatkan pendapatan dan daya beli rakyat.3. Meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi antara pembuat kebijakan fiskal di pemerintah dengan kebijakan moneter BI. "Terutama sekali menyangkut pengendalian inflasi, suku bunga dan nilai tukar yang sangat penting bagi bergeraknya dunia usaha di tahun mendatang," ujar SBY.4. Para menteri diharapkan menyampaikan kepada para gubernur dan kepala daerah yang menggunakan sepertiga pembelanjaan APBN, agar anggaran betul-betul diarahkan pada pengurangan kemiskinan dan pembukaan lapangan kerja. "Tidak pada sesuatu yang tidak jadi prioritas kita dewasa ini," pesan SBY.5. Reformasi bidang anggaran, pajak, keuangan secara menyeluruh agar segera dituntaskan. "Ini sangat penting demi kelancaran mekanisme pembelanjaan dalam tingkat pemerintah," kata SBY.6. Pembangunan good governance dilanjutkan dan diintesifkan. "Kita ingin di tahun mendatang ekonomi kita lebih efisien. Berkurang ekonomi biaya tinggi dan penyimpangan. Dengan demikian ekonomi kita bisa kita dorong lebih baik, berantas KKN karena mengganggu tumbuhnya ekonomi secara nasional," tambahnya.Selanjutnya SBY juga meminta agar menteri dan para pemerintahan daerah untuk mempertahankan dan memperbaiki makro ekonomi menuju kondisi yang sehat. "Langkah pengendalian inflasi prioritaskan. Lakukan sinkronisasi pembuatan kebijakan fiskal dan moneter. Yakinkan arus barang kebutuhan pokok berjalan dengan baik, karena menyangkut kebutuhan dasar rakyat," kata SBY.Selain itu penciptaan lapangan kerja baru juga harus diteruskan. "Tentu lapangan kerja baru akan ada bila ekonomi kita tumbuh. Tetapi mari kita segera realisasaikan pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia yg bersifat padat karya," papar SBY. Presiden juga mengaku gembira dengan besarnya sumbangan investasi dan ekspor untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Kita tidak hanya tergantung pada belanja pemerintah dan konsumsi. Mari pertahankan. Saya minta anggaran pemerintah dapat direalisasikan dan dimaksimalkan agar yg lain-lain bisa lakukan pembelanjaan lebih luas," ujarnya.Presiden berpesan agar neraca pembayaran terus diperbaiki baik capital dan current account. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads